Oknum Pegawai Bank BUMN Gelapkan Rp3,1 Miliar Untuk Judi Online

Polisi menangkap seorang pegawai salah satu bank BUMN berinisial DP di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung karena diduga uang nasabah sebanyak Rp 3,1 miliar untuk bermain judi online.
Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Fatah Meilana mengatakan modus operandi yang dilakukan oleh tersangka, yakni menawarkan program simpanan fiktif kepada para nasabah dengan iming-iming bunga tinggi dan cashback.
“Setelah nasabah menyerahkan dana, tersangka memberikan surat pernyataan palsu serta membuat slip setoran fiktif. Uang yang diserahkan nasabah tidak pernah disetorkan ke dalam sistem bank dan tidak tercatat dalam rekening maupun pembukuan resmi,” kata Fatah di Tanjung Pandan, Rabu (9/4/2025).
Fatah mengatakan tersangka yang pernah menjabat pegawai bank BUMN di Belitung dengan jabatan relationship manager itu melakukan transaksi di kantor cabang pembantu dan cabang utama.
“Dana yang digelapkan oleh tersangka digunakan untuk keperluan pribadi dan judi online,” kata Fatah Meilana dikutip dari Antara.
Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Belitung Belitung sudah menahan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Sp.Han/18/III/RES.2.2./2025/Reskrim/Polres Belitung/Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tanggal 10 Maret 2025.
Selain itu, penahanan dilakukan setelah diterbitkannya Laporan Polisi Nomor: LP/28/II/2025/Sat.Reskrim/Polres Belitung/Polda Kep. Babel tanggal 17 Februari 2025.
Fatah menambahkan, perbuatan tersangka melanggar ketentuan Pasal 49 ayat (1) huruf a, b, dan c Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan juncto Pasal 49 ayat (1) huruf a, b, dan c UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, atau Pasal 374 KUHP.
“Dalam kasus ini jumlah korban tercatat sebanyak enam orang nasabah dengan total kerugian mencapai Rp 3,1 miliar,” ujarnya terkait pegawai bank gelapkan uang nasabah untuk judi online. (Beritasatu.com)