BERITA UTAMA

Jejak Deep Purple dalam Revolusi Dangdut Rhoma Irama

Jejak Deep Purple dalam Revolusi Dangdut Rhoma Irama

Rhoma Irama dan Deep Purple (Foto :Istimewa)

KAKINEWS.ID, JAKARTA – Pengaruh musik rock terhadap dangdut bukan sekadar wacana, tetapi jejak nyata yang tertanam kuat dalam perjalanan musik Rhoma Irama. Sang Raja Dangdut tak pernah menutupi fakta bahwa musik Barat—khususnya hard rock—ikut membentuk karakter musikalnya, terutama dalam permainan gitar elektrik.

Dalam berbagai kesempatan, Rhoma Irama secara terbuka mengakui kekagumannya pada band rock asal Inggris, Deep Purple. Warna permainan gitar yang agresif, penuh distorsi, dan kaya melodi menjadi salah satu ciri yang kemudian hadir dalam sejumlah karya dangdut yang ia populerkan sejak era 1970-an.

Pengaruh itu tampak jelas pada pilihan nada, warna suara, hingga teknik petikan senar yang mengisi bagian intro, interlude, maupun solo gitar dalam lagu-lagu Rhoma. Ia bukan sekadar menggunakan gitar elektrik sebagai pelengkap, melainkan menjadikannya elemen penting dalam membangun dinamika musik dangdut.

Seperti dilansir dari akun Instagram @pohonkenari, sejumlah kajian musik mencatat bahwa Rhoma Irama memang terinspirasi dari gaya permainan gitar Ritchie Blackmore, gitaris legendaris Deep Purple. Andrew N. Weintraub, etnomusikolog yang meneliti dangdut, dalam bukunya Dangdut Stories (2010), menyebut bahwa Rhoma menyadari musik rock bisa menjadi ancaman sekaligus peluang bagi Orkes Melayu—cikal bakal dangdut.

Kesadaran inilah yang mendorong Rhoma melakukan adaptasi.Alih-alih menolak pengaruh rock, ia justru mengolahnya untuk memperkaya basis musikal dangdut tanpa menghilangkan karakter esensialnya. Distorsi gitar, energi permainan, dan nuansa hard rock dipadukan dengan ritme Melayu, menghasilkan warna baru yang kemudian dikenal luas sebagai dangdut modern.

Sosiolog William Frederick dalam kajiannya pada awal 1980-an juga menekankan hal serupa. Menurutnya, Rhoma Irama berhasil memperluas spektrum musikal dangdut dengan menyerap unsur rock secara selektif, menjadikannya lebih kompetitif di tengah gempuran musik populer Barat saat itu.

Tak hanya Deep Purple, Rhoma Irama juga kerap menyebut pengaruh band-band besar seperti Rolling Stones dan Led ZeppelinNamun, Ritchie Blackmore tetap menjadi sosok gitaris yang paling sering ia rujuk ketika berbicara tentang inspirasi musikalnya.Bagi Rhoma, inovasi bukan berarti meninggalkan akar. Justru dengan keberanian mengadopsi dan menyesuaikan pengaruh luar, dangdut tumbuh sebagai genre yang dinamis, bertahan lintas zaman, dan terus menemukan pendengarnya hingga hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *