Janji Persahabatan Warkop DKI yang Terbukti, Indro jadi Sandaran Anak-anak Dono
Indro dan almarhum Dono (Foto :Istimewa)
KAKI.News, JAKARTA – Persahabatan Warkop DKI bukan sekadar kisah komedi yang menghibur layar lebar.
Di balik tawa jutaan penonton, tersimpan cerita kemanusiaan yang dalam—tentang janji, tanggung jawab, dan kesetiaan yang benar-benar diuji oleh waktu.
Trio legendaris Dono, Kasino, dan Indro telah merebut hati publik sejak era 1980-an.
Namun, seiring berjalannya waktu, takdir memisahkan mereka satu per satu.
Kini, hanya Indro yang masih bertahan, membawa serta kenangan dan tanggung jawab yang tak pernah diumbar dengan kata-kata.
Dilansir akun Ig @merindink, tahun 2001 menjadi periode paling berat bagi Dono. Kondisi kesehatannya kian memburuk.
Dengan napas tersengal, ia menggenggam tangan Indro dan melontarkan pertanyaan yang bukan tentang dirinya, melainkan tentang masa depan anak-anaknya.
“Bagaimana nasib anak-anak saya kalau saya sudah tidak ada?”
Pertanyaan itu muncul di tengah duka yang berlapis, sebab sang istri Dono telah lebih dulu meninggal dunia.
Jawaban Indro tak panjang, tapi penuh makna.
“Jangan khawatir. Anak gue makan, anak lu makan. Anak gue sekolah, anak lu sekolah.
Semua dengan porsi sama.”
Janji itu tak pernah dipublikasikan, tak pula dibungkus pernyataan heroik. Namun waktu membuktikan semuanya. Ketiga anak Dono berhasil menempuh pendidikan tinggi.
Bahkan dalam momen sakral, Indro hadir bukan hanya sebagai sahabat, melainkan sebagai wali nikah—menggantikan sosok Dono yang telah tiada.
Persahabatan Warkop DKI pun menjelma menjadi warisan moral: bahwa solidaritas sejati tak berhenti di panggung atau layar, melainkan hidup dalam tindakan nyata.
Bukan sekadar kenangan lucu, tapi jejak kemanusiaan yang membekas di hati banyak orang.
Janji itu memang tak pernah diucapkan panjang lebar. Tapi ia hidup, tumbuh, dan terbukti.

