Daerah

1,28 Hektare Lahan Pertanian di HSU Terendam

1,28 Hektare Lahan Pertanian di HSU Terendam

KAKINEWS.ID Amunntai -Dampak banjir, ada sekitar 1,28 hektare Lahan pertanian di Kabuoaten Hulu Sungai Utara (HSU) dilaporkan terendam. Sementara lahan yang mengalami puso atau gagal panen mencapai kurang lebih 0,5 hektare

epala Dinas Pertanian Kabupaten HSU HM Haridi mengataka realisasi luas tanam padi di wilayahnya sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 mencapai 288 kektare.

Meski demikian, secara umum kondisi pertanian di Kabupaten HSU masih dapat dikendalikan dengan berbagai upaya adaptasi yang dilakukan petani dan pemerintah daerah.

Ia jelaskan, tantangan utama sektor pertanian di Kabupaten HSU sangat dipengaruhi oleh faktor musim. Karakteristik lahan pertanian di wilayah ini didominasi oleh lahan rawa, sehingga pola tanam dan hasil produksi sangat bergantung pada kondisi curah hujan dan kemarau.

“Konsep pertanian di wilayah kami ini memang cukup unik. Ketika terjadi kemarau panjang, justru banyak lahan rawa yang bisa dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menghasilkan panen raya. Sebaliknya, pada musim hujan seperti sekarang, areal pertanian menjadi terbatas karena banyak lahan yang terendam air,” bebernya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menuntut petani untuk lebih adaptif dalam menentukan waktu tanam serta jenis komoditas yang dibudidayakan.

Dinas Pertanian Kabupaten HSU juga terus melakukan pendampingan dan pemantauan lapangan untuk meminimalkan risiko kerugian akibat banjir maupun perubahan cuaca ekstrem.

Selain padi sebagai komoditas utama, Haridi menyebutkan bahwa Kabupaten HSU juga mengembangkan berbagai komoditas pertanian lainnya guna mendukung ketahanan pangan daerah.

Di antaranya adalah tanaman umbi-umbian seperti ubi jalar dan singkong, serta jagung manis yang dinilai memiliki nilai ekonomis dan potensi pasar yang cukup baik.

“Diversifikasi tanaman ini penting agar petani tidak hanya bergantung pada satu komoditas. Dengan menanam berbagai jenis tanaman, diharapkan ketahanan pangan daerah tetap terjaga sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” tambahny

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *