Film “KUYANK” Angkat Budaya dan Wisata Alam Hulu Sungai Selatan ke Layar Nasional

Suasana Gala Premier film KUYANK di KCM Belda Banjarmasin, Sabtu (24/01/2026), yang dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan insan perfilman sebagai bentuk apresiasi terhadap film karya putra daerah yang mengangkat budaya dan wisata alam HSS.(Foto : MC HSS)
KAKINEWS.ID, HSS – Film KUYANK, produksi DHF Entertainment, mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai berhasil menampilkan kekayaan kebudayaan, alam, serta kehidupan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Sejumlah ikon daerah seperti Pasar Kandangan dan rumah adat Banjar Balai Laki turut ditampilkan dalam beberapa adegan film.
Apresiasi tersebut disampaikan pada acara Gala Premier film KUYANK yang digelar di KCM Belda Banjarmasin, Sabtu (24/01/2026).
Film KUYANK disutradarai sekaligus diproduseri oleh Johansyah Jumberan, putra daerah asal Negara Daha, yang telah meniti karier di industri perfilman nasional. Kehadirannya dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Hulu Sungai Selatan, sekaligus membuktikan bahwa sineas daerah mampu bersaing dan berkarya di tingkat nasional.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten HSS, Drs. Hendro Martono, M.T., menyampaikan rasa bangga atas hadirnya film KUYANK yang turut memperkenalkan potensi daerah ke khalayak yang lebih luas.
“Melalui film KUYANK, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat dikenal dan dilihat oleh masyarakat luas, baik di tingkat nasional, bahkan berpeluang dikenal hingga tingkat internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten HSS, Rony, S.Pd., M.M., mengapresiasi penyelenggaraan gala premier tersebut yang dinilai efektif sebagai sarana promosi budaya dan pariwisata daerah.
“Film KUYANK menampilkan keindahan alam Hulu Sungai Selatan dengan sangat menarik. Kami berharap ke depan semakin banyak produksi film yang mengambil lokasi di HSS, karena masih banyak potensi wisata unik yang belum diangkat, termasuk kawasan Loksado,” ungkapnya.
Ketua Dewan Kesenian HSS, Edo, menambahkan bahwa film KUYANK juga memuat pesan penting terkait pelestarian budaya lokal.
“Film ini menyampaikan pesan tentang pentingnya merawat dan melestarikan budaya. KUYANK menampilkan pelaminan Banjar, busana pengantin Banjar, seni madihin, rumah adat Banjar Balai Laki, serta berbagai unsur budaya Banjar lainnya yang patut dijaga dan diwariskan,” jelasnya.
Acara gala premier tersebut turut dihadiri Camat Kandangan, Camat Daha Selatan, Camat Daha Barat, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten HSS dan instansi terkait sebagai bentuk dukungan terhadap karya film KUYANK yang mengangkat potensi budaya, alam, dan kearifan lokal daerah.
Melalui film KUYANK, DHF Entertainment dinilai berhasil menghadirkan kolaborasi antara seni, budaya, dan potensi wisata daerah. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten HSS dalam mendorong pengembangan industri kreatif sebagai media promosi budaya dan pariwisata agar semakin dikenal dan diminati masyarakat luas.



