BERITA UTAMA Hukum

Kajari Magetan, Sampang dan Padang Lawas “Tidur” di Kejagung, Jabatan Menggantung di Ujung Pemeriksaan

Kajari Magetan, Sampang dan Padang Lawas “Tidur” di Kejagung, Jabatan Menggantung di Ujung Pemeriksaan

Kejaksaan Agung malam hari (Foto: Dok Kakinews.id)

Kakinews.id – Langkah Kejaksaan Agung menjemput paksa tiga Kepala Kejaksaan Negeri langsung mengirim sinyal keras ke publik: ada yang tak beres di tubuh aparat penegak hukum.

Pantauan Kakinews.id, bahwa hingga kini, Kajari Magetan, Kajari Sampang, dan Kajari Padang Lawas belum juga kembali ke daerahnya. Mereka masih berada di Gedung Kejagung untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas). Dapat dipastikan mereka “tidur” di Kejagung malam ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan ketiganya masih dalam proses klarifikasi. “Masih diklarifikasi (di Gedung Kejagung),” ujarnya di Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).

Belum rampungnya pemeriksaan membuat posisi ketiganya praktis menggantung. Sambil menunggu hasil klarifikasi, Kejagung langsung menunjuk pelaksana harian (Plh) di masing-masing daerah.

Pesannya jelas: roda institusi tak boleh berhenti, meski pimpinannya sedang terseret pemeriksaan.

Nasib para Kajari itu kini berada di tangan tim pengawasan internal. Jika dari proses klarifikasi ditemukan indikasi pelanggaran, perkara akan naik level ke ranah penindakan disiplin.

“Kalau nanti terindikasi ada pelanggaran, maka akan diserahkan ke bidang pengawasan, dan untuk selanjutnya nanti diambil tindakan-tindakan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Anang.

Meski yang diperiksa pejabat tinggi di daerah, Kejagung menegaskan tidak ada perlakuan istimewa. Namun lembaga itu juga mengingatkan publik untuk tetap memegang asas praduga tak bersalah. “Ini kan masih klarifikasi, azas praduga tidak bersalah,” tegasnya.

Tiga nama yang kini menjadi sorotan adalah Dezi Septiapermana (Kajari Magetan), Fadilah Helmi (Kajari Sampang), dan Soemarlin Halomoan Ritonga (Kajari Padang Lawas). Mereka dijemput untuk dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran yang masih didalami.

Peristiwa ini menjadi ujian serius bagi wajah penegakan hukum. Ketika jaksa diperiksa oleh institusinya sendiri, publik menunggu satu hal: apakah Kejagung berani benar-benar bersih-bersih, atau justru kembali terjebak dalam kabut transparansi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *