BERITA UTAMA KPK RI

Bos PT Blueray Menyerah ke KPK Usai Sempat Kabur dalam OTT Bea Cukai

KPK RI (Foto: Dok Kakinews.id)

Kakinews.id – Pemilik PT Blueray, John Field, akhirnya mendatangi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi setelah sebelumnya meloloskan diri ketika tim penindakan melakukan operasi tangkap tangan terkait dugaan suap pengurusan impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

Menurut juru bicara KPK, Budi Prasetyo, yang bersangkutan tiba dan menyerahkan diri pada dini hari. Saat ini ia langsung diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka. Penyidik mendalami perannya dalam dugaan pengaturan jalur masuk barang impor agar terhindar dari pemeriksaan ketat petugas bea cukai.

Sebelumnya, pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap bahwa John Field sempat kabur ketika tim bergerak melakukan tangkap tangan beberapa hari lalu. Atas situasi itu, lembaga antirasuah sempat menyiapkan langkah pencegahan ke luar negeri guna menghindari upaya pelarian.

 

Dalam perkara ini, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Tiga berasal dari internal Bea Cukai, sementara tiga lainnya dari pihak swasta yang terafiliasi dengan PT Blueray. Selain sang pemilik perusahaan, dua orang lain dari korporasi tersebut ikut dijerat, masing-masing dari bagian pengurusan dokumen impor dan operasional perusahaan.

Operasi senyap dilakukan di sejumlah lokasi di Jakarta dan Lampung. Lima tersangka lebih dulu ditahan untuk 20 hari pertama di rumah tahanan cabang KPK. Sementara itu, pemeriksaan terhadap John Field akan menentukan langkah hukum lanjutan, termasuk kemungkinan penahanan.

KPK menduga praktik lancung ini sudah disiapkan sejak akhir tahun lalu. Oknum aparat dan pihak perusahaan disebut bersepakat mengarahkan pengiriman barang melalui jalur yang minim pemeriksaan fisik. Skema itu membuat barang yang diduga ilegal maupun tiruan bisa masuk tanpa pengawasan memadai.

 

Kasus ini kembali menyorot celah pengawasan di sektor kepabeanan, terutama dalam pengaturan jalur merah dan hijau yang seharusnya berbasis manajemen risiko. KPK menegaskan penyidikan masih berkembang dan tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang ikut dimintai pertanggungjawaban.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *