KPK Periksa Reza Maullana, Tersangka Baru Korupsi DJKA

KPK RI (Foto: Dok Kakinews.id)
Kakinews.id – Skandal korupsi proyek rel kereta kembali menampar wajah publik. Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengurai benang kusut dugaan suap di tubuh Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. Kali ini, penyidik memeriksa tersangka Reza Maullana Maghribi (RMM), sosok yang pernah memegang peran strategis sebagai pejabat pembuat komitmen.
Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan status pemeriksaan tersebut. “Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama RMM selaku pejabat pembuat komitmen pada Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Timur periode 2021–2022,” ujarnya, Senin (9/2/2026). Pernyataan itu memperjelas bahwa penyidik sedang menelusuri tanggung jawab pejabat kunci dalam proyek-proyek yang kini beraroma suap.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan pada April 2023 di balai perkeretaapian wilayah Jawa Bagian Tengah, yang kini bernama BTP Kelas I Semarang. OTT tersebut membuka dugaan praktik kotor dalam proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel — proyek yang semestinya menjadi tulang punggung konektivitas, bukan ajang bagi-bagi fee.
Jumlah tersangka terus bertambah. Dari awalnya 10 orang, kini sudah 21 individu ditetapkan dan ditahan, ditambah dua korporasi. Angka itu menunjukkan skala perkara yang jauh dari sekadar ulah segelintir orang. Ada dugaan pola sistematis: pemenang tender “diatur”, proses administrasi direkayasa, hingga keputusan proyek diduga sudah dikondisikan sejak awal.
Proyek-proyek yang terseret pun bukan kelas kecil. Mulai dari jalur ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso, pembangunan rel di Makassar, paket konstruksi dan supervisi di Cianjur, sampai perlintasan sebidang Jawa–Sumatera. Jejak dugaan korupsi membentang lintas pulau — seolah rel kereta dijadikan jalur distribusi keuntungan haram.
Publik kini menunggu langkah tegas berikutnya. Pemeriksaan demi pemeriksaan harus berujung pada pembongkaran aktor utama, bukan berhenti di level teknis. Infrastruktur boleh dibangun megah, tapi jika fondasinya korupsi, yang runtuh bukan cuma proyek — melainkan kepercayaan rakyat.


