Daerah

Kasus Stunting di Kecamatan Tanjung Capai 230 Balita

Kasus Stunting di Kecamatan Tanjung Capai 230 Balita

KAKINEWS.ID Tanjung – Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mencatatkan kasus stunting di Kecamatan Tanjung sebanyak 230 balita atau 10,5 persen di 15 desa dan kelurahan.

Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Catur Yudha Murtopo menyampaikan jumlah balita stunting terbanyak di Desa Wayau mencapai 44 anak dan Kelurahan Tanjung 30 anak.

“Dari hasil analisis data stunting (pendek/sangat pendek) ada peningkatan dari 8,85 (tahun 2024) persen menjadi 10,5 persen (tahun 2025),” jelas Yudha, Kamis (12/2/2026).

Masalah gizi balita di Kecamatan Tanjung secara rinci terdata Desa Banyu Tajun 10 balita, Sungai Pimping 12 balita, Pemarangan Kiwa 15 balita, Puain Kiwa 7 balita, Kelurahan Jangkung 19 balita, Kelurahan Agung 4 balita dan Desa Kambitin 15 balita.

Selain itu Kelurahan Hikun 26 balita, Desa Kambitin Raya 6 balita, Desa Juai 12 balita, Desa Garunggung 14 balita, Desa Kita Ng 6 balita dan Desa Mahe Seberang 9 balita.

Peningkatan jumlah anak gagal tumbuh kembang juga naik di Kecamatan Tanta mencapai 5,5 persen.

Camat Tanta Rofiq Aziddin dikutip Antara mengatakan kasus stunting justru terjadi di wilayah perkotaan karena banyak balita yang diasuh orang lain yang kemungkinan kurang memahami asupan gizi bagi anak.

Sebelumnya Kepala Bapperida Kabupaten Tabalong Arianto menyebutkan prevalensi stunting naik lima persen dari 18,1 persen menjadi 23,1 persen.

Prevalensi kenaikan stunting pada balita ini mengacu hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 sehingga perlu langkah strategis untuk mengatasi persoalan ini.

“Kita perlu menerapkan pelaporan konvergensi dan percepatan penurunan stunting melalui aplikasi Aksi Konvergensi Bangda Kemendagri dalam penanganan stunting,” jelas Arianto.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *