BERITA UTAMA POLITIK

Guru Telanjangi 27 Murid di Jember, Ketua Komisi X DPR: Jangan Cukup Teguran, Pecat!

Guru Telanjangi 27 Murid di Jember, Ketua Komisi X DPR: Jangan Cukup Teguran, Pecat!

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian (Foto: Istimewa)

Kakinews.id – Tindakan seorang guru yang menelanjangi puluhan murid di sebuah sekolah dasar di Jember memicu kecaman keras dari parlemen. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa pelaku tidak bisa hanya diberi sanksi ringan seperti teguran atau mutasi. Ia menilai, perbuatan tersebut sudah melampaui batas dan harus dibalas dengan hukuman tegas hingga pemberhentian.

“Rotasi atau teguran tidak menyelesaikan masalah. Kalau tidak ada efek jera, justru berbahaya bila pelaku dipindahkan ke sekolah lain,” ujar Hetifah di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Menurutnya, sanksi berat perlu dijatuhkan agar menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan.

Politisi Partai Golkar itu menekankan pentingnya menelusuri rekam jejak guru bersangkutan. Ia menilai, perilaku ekstrem semacam ini bisa menjadi indikasi adanya pola pendekatan yang salah dalam proses belajar mengajar. “Track record harus dibuka. Kalau ada kecenderungan melanggar prinsip pendidikan dan membuat murid tidak nyaman, itu alarm serius,” katanya.

Hetifah juga menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hak anak dan berpotensi masuk ranah pidana. Menelanjangi siswa, menurutnya, bukan hanya mempermalukan, tetapi sudah termasuk kekerasan dan pelecehan seksual. “Alasannya apa pun, cara itu tidak bisa dibenarkan. Anak-anak dipermalukan secara massal. Ini bukan sekadar pelanggaran etik, tapi kejahatan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa disiplin di sekolah tidak boleh ditegakkan dengan cara brutal. Guru, kata Hetifah, memiliki banyak metode lain untuk menyelesaikan masalah tanpa melanggar martabat siswa. “Kalau ada dugaan pencurian, ada prosedur dan teknik lain. Bukan dengan mempermalukan anak-anak yang belum tentu bersalah,” ujarnya.

Kasus ini sendiri mencuat setelah aksi seorang wali kelas V di SDN Jelbuk 02, Kabupaten Jember, Jawa Timur, viral di media sosial. Guru tersebut menelanjangi 27 siswanya dengan dalih mencari uang yang hilang, masing-masing Rp75 ribu dan Rp200 ribu. Sebelumnya, tas para siswa telah digeledah, namun karena uang tak ditemukan, tindakan tak manusiawi itu dilakukan.

Parlemen berharap kasus ini menjadi pelajaran pahit dan tidak berulang. “Jangan sampai satu tindakan biadab mencoreng dunia pendidikan dan meninggalkan trauma panjang bagi anak-anak,” pungkas Hetifah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *