Hunian Layak untuk Petugas Kebersihan, HSS Resmikan 20 Unit RITK
Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan H. Suriani, S.Sos., M.AP bersama Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Anggoro Putro, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan Rahmiyanti Janoezir saat peresmian 20 unit Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK) di Desa Sungai Raya Selatan, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (5/1).(Foto : Mc HSS)
KAKINEWS, HSS – Sebanyak 20 petugas kebersihan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kini memiliki harapan baru untuk menempati hunian yang lebih layak. Melalui program Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK), rumah bantuan resmi dibangun di Desa Sungai Raya Selatan, Kecamatan Sungai Raya, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan para petugas kebersihan.
Program pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten HSS, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF).
Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pemotongan untaian bunga melati oleh Wakil Bupati HSS H. Suriani, S.Sos., M.AP, bersama Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Anggoro Putro, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan Rahmiyanti Janoezir, Kamis (5/1).
Dalam sambutan Bupati HSS H. Syafrudin Noor yang dibacakan Wakil Bupati, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SMF atas dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dukungan tersebut diwujudkan dalam pembangunan Rumah Komunitas Petugas Kebersihan di atas lahan milik Pemerintah Daerah Kabupaten HSS.
Program ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap petugas kebersihan yang selama ini berperan penting menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan daerah.
Penghargaan juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas kontribusi pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), khususnya akses jalan menuju kawasan perumahan. Kehadiran infrastruktur tersebut dinilai sangat membantu kenyamanan dan keamanan penghuni.
Sebanyak 20 unit RITK yang dibangun memiliki luas bangunan awal 18 meter persegi. Konsep rumah inti tumbuh memungkinkan penerima manfaat mengembangkan hunian secara bertahap sesuai kemampuan ekonomi, sehingga ke depan dapat memenuhi standar rumah layak dan sehat bagi keluarga.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan Rahmiyanti Janoezir menyampaikan bahwa program RITK sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mendukung Program Nasional 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk petugas kebersihan.
“Program ini diharapkan menjadi solusi hunian berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai daerah,” ujarnya.
Melalui program TJSL, SMF menyalurkan hibah sebesar Rp1,190 miliar untuk pembangunan 20 unit rumah. Bantuan tersebut disalurkan melalui BKM Mitra Sejati Kecamatan Kandangan. Program ini menjadi pilot project RITK di wilayah Kalimantan dan direncanakan berkembang secara terpadu di kawasan seluas tiga hektare.
Salah satu penerima manfaat, Maulina, petugas Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Kandangan, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan rumah yang diterimanya.
“Sebelumnya kami tinggal menumpang dengan kondisi terbatas. Bantuan Rumah Inti Tumbuh Konvensional ini benar-benar membawa perubahan besar bagi keluarga kami,” ungkapnya.
Program RITK diharapkan tidak hanya menghadirkan hunian layak, tetapi juga menjadi pijakan awal peningkatan kualitas hidup para petugas kebersihan di Kabupaten HSS.

