Ribuan Kg Benih Rusak Akibat Banjir, Distan Banjar Andalkan Asuransi dan Brigade Pangan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, saat memberikan keterangan terkait upaya pemulihan lahan pertanian pascabanjir di Kabupaten Banjar.( Foto : Istimewa)
KAKINEWS.ID, MARTAPURA – Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memastikan berbagai langkah penanganan dan pemulihan bagi petani yang terdampak banjir terus berjalan, mulai dari pendataan kerusakan hingga penyaluran bantuan benih, sarana produksi, dan klaim asuransi pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengungkapkan bahwa banjir berdampak signifikan terhadap lahan pertanian, khususnya pada fase semai dan tanaman yang sudah ditanam.
“Untuk lahan pertanian yang terdampak, semainya mencapai 6.780 kilogram, lacakan 250 kilogram, dan tanaman sekitar 1.563. Dari jumlah tersebut, yang mengalami puso atau tidak bisa ditolong sama sekali yaitu semai sebanyak 6.445 kilogram dan tanaman 1.297,” ujar Warsita.
Menurutnya, pascabanjir pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah skema bantuan yang akan diusulkan bagi petani terdampak. Pendataan kerugian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Pasca banjir ini akan ada bantuan yang diusulkan untuk petani yang terkena musibah, berupa bantuan benih banjir, dan pendataan kerugian kami lakukan bersama BPBD,” jelasnya.
Selain bantuan benih, Warsita juga menyebutkan bahwa program asuransi pertanian telah berjalan dan mulai memberikan perlindungan bagi petani.
“Sampai saat ini, yang sudah mengajukan klaim asuransi ada 90 hektare, ditambah di Martim sekitar 24 hektare, sehingga total ada 114 hektare lahan yang mengajukan klaim asuransi,” katanya.
Tak hanya itu, Kabupaten Banjar juga memperoleh alokasi program optimalisasi lahan seluas sekitar 7.714 hektare, serta program cetak sawah lebih dari 1.000 hektare, yang seluruhnya berbasis brigade pangan.
“Brigade pangan ini mendapatkan bantuan sarana produksi pertanian seperti pupuk, benih, herbisida, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan). Alsintan ini nantinya bisa dimanfaatkan dan disewakan oleh kelompok tani,” terang Warsita.
Ia menegaskan, setelah kondisi banjir benar-benar surut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan seluruh stakeholder terkait untuk percepatan tanam kembali.
“Begitu kondisi memungkinkan, bantuan akan segera ditanam. Kami minta petani yang terdampak banjir untuk melapor ke petugas BPP agar bisa didata dan diusulkan bantuan, baik bibit, benih, maupun herbisida,” imbuhnya.
Warsita menambahkan, sumber bantuan dapat berasal dari berbagai jalur pendanaan.
“Kita usulkan bantuannya bisa melalui APBD kabupaten, APBD provinsi, maupun Kementerian Pertanian, sesuai dengan skema yang tersedia,” pungkasnya.



