Seminggu Banjir Rendam Desa Lok Baintan Dalam, Akses Jalan Lumpuh Total
Foto udara yang diambil menggunakan drone menunjukkan hamparan banjir yang merendam kawasan RT 03 Desa Lok Baintan Dalam, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, awal Januari 2026.
KAKIMEWS.ID, MARTAPURA – Banjir yang melanda Kabupaten Banjar semakin meluas dan hingga awal Januari 2026 telah merendam sembilan kecamatan yang mencakup 121 desa dan kelurahan. Tercatat sebanyak 43.469 kepala keluarga (KK) atau sekitar 122.353 jiwa terdampak akibat bencana tersebut.
Salah satu wilayah yang hingga kini masih terisolasi adalah RT 03 Desa Lok Baintan Dalam, Kecamatan Sungai Tabuk. Sudah sepekan banjir merendam kawasan tersebut, bahkan badan jalan utama kini tak lagi terlihat karena tertutup genangan air.
Desa Lok Baintan Dalam yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Kuala itu dinilai jauh dari jangkauan bantuan. Kondisi warga kian memprihatinkan karena banjir tak kunjung surut dan aktivitas sehari-hari lumpuh total.
Pantauan wartawan KBK.News di lapangan menggunakan kamera drone menunjukkan roda perekonomian warga benar-benar terhenti. Lahan persawahan dan perkebunan terendam, sementara akses transportasi warga hanya mengandalkan jalan yang tergenang air cukup dalam.
Salah seorang warga RT 03, Bahrun, mengungkapkan banjir mulai merendam wilayah mereka sejak sepekan terakhir.
“Rata-rata rumah warga terendam air hingga setinggi lutut orang dewasa,” ujarnya.
Menurut Bahrun, dampak paling dirasakan warga adalah terputusnya akses jalan. Kondisi tersebut sangat menyulitkan aktivitas warga, terutama anak-anak yang bersekolah serta warga yang bekerja di luar desa.
“Jalan terendam cukup dalam. Banyak warga khawatir motor mogok saat melintas, tapi tetap harus lewat karena tidak ada jalan lain,” katanya.
Dari sisi kesehatan, warga juga mulai merasakan dampak serius.
“Kondisi kesehatan warga kurang baik, hampir semua terkena kutu air, termasuk anak-anak dan lansia,” tambahnya.
Terkait bantuan, Bahrun menyebut pihaknya sempat menerima bantuan dari kepala desa, namun jumlahnya masih terbatas dan belum mencukupi kebutuhan seluruh warga terdampak.
“Harapan kami, air cepat surut dan jangan sampai berbulan-bulan, supaya aktivitas bisa kembali normal,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh RT 03 Desa Lok Baintan Dalam, sedikitnya 110 kepala keluarga terdampak langsung akibat banjir yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.

