BERITA UTAMA Internasional

Iran Dilanda Kerusuhan Nasional, Khamenei Tuduh Ada Campur Tangan Asing

Iran Dilanda Kerusuhan Nasional, Khamenei Tuduh Ada Campur Tangan Asing
Kelompok hak asasi Hengaw melaporkan pada Rabu, bahwa sedikitnya 25 orang telah tewas, termasuk empat anak di bawah umur, sejak protes dimulai akibat kejatuhan nilai rial dan inflasi yang meroket. Sementara itu jaringan aktivis HRANA menyebut angka setidaknya 29 korban tewas dan 1.203 orang ditangkap hingga 5 Januari. (Foto Istimewa/AFP melalui CNBC)

KAKI.News, TEHERAN – Situasi keamanan di Iran kian mencekam setelah gelombang unjuk rasa meluas ke berbagai kota sejak akhir Desember 2025.

Pemerintah Iran bahkan melakukan pemadaman internet secara nasional pada Kamis (8/1/2026), di tengah meningkatnya bentrokan antara aparat keamanan dan massa demonstran.

Kelompok pemantau internet global NetBlocks melaporkan bahwa jaringan internet di hampir seluruh wilayah Iran terputus total.

Langkah tersebut diduga diambil untuk membatasi arus informasi dan koordinasi massa aksi yang terus membesar.

Protes dipicu oleh krisis ekonomi berkepanjangan, hiperinflasi, serta dampak sanksi internasional yang semakin menekan kehidupan rakyat. Kerusuhan disebut sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan laporan bentrokan mematikan di sejumlah kota.

Media lokal melaporkan sedikitnya 21 orang tewas dalam rangkaian kerusuhan tersebut.

Video yang beredar di media Iran juga memperlihatkan kendaraan dibakar serta penyerangan terhadap aparat keamanan di beberapa wilayah, termasuk di kota Qazvin.

Di tengah eskalasi situasi, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei angkat bicara.

Dalam pernyataannya, Khamenei menuding kerusuhan yang terjadi tidak murni berasal dari aspirasi rakyat, melainkan bagian dari skenario kekuatan asing.

“Kekacauan ini dirancang untuk menyenangkan musuh-musuh Iran, termasuk para penguasa arogan yang ingin melemahkan Republik Islam,” ujar Khamenei seperti dikutip media pemerintah Iran.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan eksternal dan memperingatkan bahwa pihak-pihak yang mencoba mengacaukan stabilitas negara akan gagal.

Khamenei juga menyerukan kepada aparat keamanan untuk bertindak tegas namun tetap menjaga ketertiban umum.

Sementara itu, tokoh oposisi di pengasingan Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi Islam 1979, menyerukan kelanjutan protes melalui unggahan video di media sosial.

Sebagian demonstran dilaporkan bahkan menuntut perubahan sistem pemerintahan dan pemulihan monarki.

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan keterangan resmi terkait kapan akses internet akan kembali dibuka.

Situasi di sejumlah kota besar masih berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *