IHSG Menguat Setipis Tisu, Pasar Sebenarnya Masih Loyo

Ilustrasi – Seorang pria memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa/aa.
Kakinews.id – IHSG cuma naik setipis tisu, tapi sektor-sektor ini jadi penopang pasar. Pada perdagangan Selasa (27/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang ditutup di zona hijau, tetapi penguatannya nyaris tak terasa. IHSG hanya naik 0,05% dan berhenti di level 8.980 — sebuah kenaikan tipis yang mencerminkan pasar masih bergerak hati-hati.
Sepanjang hari, IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level terendah 8.873 pada sesi siang, sebelum akhirnya merangkak naik mendekati level tertingginya di penutupan. Pergerakan ini menunjukkan tarik-menarik kuat antara aksi beli dan jual, tanpa dominasi sentimen yang benar-benar solid.
Meski indeks utama tampak lesu, beberapa sektor justru tampil bertenaga dan menjadi penopang utama pasar. Saham teknologi memimpin dengan lonjakan 2,13%, disusul sektor konsumen non-primer yang naik 1,72%, serta infrastruktur yang menguat 1,59%. Kenaikan sektor-sektor ini menahan IHSG agar tidak tergelincir lebih dalam.
Dari sisi aktivitas, perdagangan terbilang ramai. Total volume transaksi mencapai 58,95 miliar saham dengan nilai Rp27,48 triliun. Frekuensi transaksi tercatat 3,32 juta kali, menandakan minat pelaku pasar masih tinggi meski arah indeks belum tegas.
Namun, di balik penutupan hijau IHSG, realitas pasar menunjukkan tekanan masih cukup besar. Sebanyak 410 saham justru melemah, lebih banyak dibanding 279 saham yang menguat. Sementara itu, 117 saham stagnan. Artinya, penguatan indeks lebih ditopang oleh saham-saham tertentu berkapitalisasi besar, bukan kenaikan yang merata.
Dengan IHSG yang masih bergerak terbatas namun ditopang sektor-sektor pilihan, pelaku pasar kini memburu saham-saham yang berpotensi melanjutkan momentum. Berikut rekomendasi saham hari ini, Rabu (28/1/2026), yang dirangkum dari sejumlah sekuritas:
BRI Danareksa Sekuritas: TEBE, HMSP, VKTR
Phillip Sekuritas: GTSI, ENRG
MNC Sekuritas: BRPT, INET, PGEO, UNTR
CGS International Sekuritas: ENRG, JPFA, AVIA, EXCL, ISAT, BRMS
Phintraco Sekuritas: TAPG, TKIM, SCMA, TPIA, INET
Mirae Asset Sekuritas: BUMI, LPPF, TKIM
Pasar memang hijau, tapi napasnya pendek. Investor perlu tetap selektif, karena tidak semua saham bergerak seirama dengan indeks.



