Bongkar Isu Dana Sawit ke Partai NasDem, Pakar Desak Kejagung Telusuri Jejak Uang hingga ke Pusat Kekuasaan

Siti Nurbaya Bakar (Foto: Istimewa)
Kakinews.id – Sorotan terhadap dugaan korupsi tata kelola sawit kini memasuki wilayah yang jauh lebih panas. Trubus Rahardiansyah, Guru Besar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, secara terbuka mengaitkan perkara ini dengan kemungkinan jejak politik dan aliran dana ke partai.
Menurut Trubus, latar belakang politik pejabat yang terseret tak bisa dipisahkan dari konstruksi perkara. Ia menilai, jika seorang pejabat berasal dari partai, maka penyidik tak boleh menutup mata terhadap potensi keterkaitan kelembagaan. “Ya mesti karena dia orang parpol, apakah nanti ada keterkaitan dengan Partai NasDem dan selama ini menjadi perbincangan publik,” ujarnya kepada Kakinews.id, Minggu (1/2/2026).
Pernyataan itu mempertebal nuansa politik dalam perkara yang semula dipandang sebagai korupsi sektor sumber daya alam semata. Trubus juga menyinggung spekulasi publik soal dugaan aliran dana dan isu penggeledahan yang sempat ramai diperbincangkan.
Ia bahkan menggambarkan efek politik besar jika penyidikan berujung pada penetapan tersangka dari kalangan menteri. “Jika Siti Nurbaya Bakar tersangka, maka dia keempat menteri dari NasDem yang jadi tersangka, sangat miris,” kata dia. Dalam pandangannya, situasi seperti itu akan memperkuat kecurigaan publik bahwa ada aliran dana yang tak berhenti di level kebijakan.
Kecurigaan tersebut, tegasnya, tak boleh dibiarkan jadi gosip liar. Ia mendesak penelusuran finansial menyeluruh. “Artinya kuat dugaan publik uangnya mengalir sebagian ke pembangunan NasDem Tower bisa dikorek. Karena itu salah satu dugaan yang berkembang di publik, pastinya itu tugasnya Kejaksaan Agung. PPATK juga perlu dilibatkan menelusuri aliran dana itu,” tegas Trubus.
Ia mengingatkan, korupsi skala besar hampir tak pernah berdiri sendiri. “Bisa saja, artinya korupsi ini sifatnya sistemnya mengikat terstruktur, jadi kalau melibatkan dari menteri sampai Sekjen sampai eselon 1 hingga eselon 2. Ada pihak diduga, itu masih dari pihak government-nya, mungkin dari pihak perusahaan atau korporasinya yang diuntungkan bisa dikorek Kejagung,” ujarnya, menggambarkan potensi jejaring luas yang wajib diurai penyidik.
Di sisi lain, penyidikan oleh Kejaksaan Agung melalui Jampidsus disebut terus bergerak. Kasus dugaan korupsi tata kelola kebun dan industri kelapa sawit periode 2015–2024 ditaksir merugikan negara hingga triliunan rupiah. Rumah Siti Nurbaya Bakar telah digeledah, dengan berbagai dokumen dan barang bukti elektronik disita untuk dianalisis.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan penyidik akan mendalami barang bukti sebelum memanggil pihak terkait. Penggeledahan juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, namun detailnya masih dirahasiakan.
Perkara ini kini bukan sekadar soal korupsi sawit. Ia menjelma menjadi ujian besar: apakah aparat penegak hukum berani menembus kemungkinan aliran dana hingga ke simpul kekuatan politik, atau berhenti di lingkar teknis birokrasi. Publik menunggu pembuktian nyata, bukan sekadar pernyataan normatif.


