BERITA UTAMA Hukum

Kejagung Tegas Bantah Isu Temuan Rp 920 M di Rumah Pejabat Pajak: Hoaks, Tapi Kasus Besarnya Tetap Diselidiki

Kejagung Tegas Bantah Isu Temuan Rp 920 M di Rumah Pejabat Pajak: Hoaks, Tapi Kasus Besarnya Tetap Diselidiki

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (Foto: Dok Kakinews.id)

Kakinews.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya buka suara dan meluruskan kabar sensasional yang menyebut penyidik menemukan uang Rp 920 miliar saat menggeledah rumah pejabat pajak. Informasi yang sempat viral itu dipastikan tidak benar alias hoaks.

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan tidak pernah ada temuan uang fantastis seperti yang ramai diberitakan. Ia menyebut narasi yang beredar sebagai kabar bohong yang menyesatkan publik.

“Kejaksaan membantah pemberitaan tersebut. Kami pastikan itu hoaks,” tegasnya, Minggu (16/2/2026).

Bantahan serupa juga datang dari Kementerian Keuangan. Melalui pernyataan resmi, Kemenkeu mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan informasi yang mencatut nama pejabat negara, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Meski isu uang Rp 920 miliar dipastikan tidak berdasar, penyidikan dugaan korupsi pajak tetap berjalan. Kejagung memang sedang mengusut praktik suap dan permainan pajak yang diduga melibatkan oknum pegawai Direktorat Jenderal Pajak dalam rentang 2016 hingga 2020.

Sejumlah penggeledahan telah dilakukan, namun hingga kini penyidik belum mengumumkan penyitaan uang dalam perkara tersebut. Barang yang sempat diamankan sejauh ini hanya kendaraan mewah, termasuk Toyota Alphard dan sepeda motor.

Angka Rp 920 miliar sendiri bukan tanpa konteks. Nilai fantastis itu memang pernah disita Kejagung, tetapi dalam perkara berbeda — yakni dari rumah mantan pejabat Mahkamah Agung Zarof Ricar terkait kasus suap vonis bebas Ronald Tannur.

Dengan kata lain, kabar uang ratusan miliar di rumah pejabat pajak hanyalah kabar liar. Namun, fakta bahwa kasus dugaan permainan pajak tetap diselidiki menunjukkan persoalan serius di baliknya belum selesai.

Publik boleh saja dikejutkan oleh hoaks, tetapi yang lebih penting adalah memastikan proses hukum berjalan transparan dan tuntas — tanpa sensasi, tanpa rekayasa, dan tanpa kompromi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *