
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Mahriansyah saat menjelaskan kepada awak media ( Foto : Istimewa)
KAKINEWS.ID, MARTAPURA – Kondisi memprihatinkan melanda SDN Jawa Laut 1 yang berada di Jalan Cempaka, Gang Flamboyan, Desa Jawa Laut, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Sekolah yang lokasinya tak jauh dari pusat pemerintahan ini kini menghadapi persoalan serius: kerusakan lantai di sejumlah ruang kelas yang membahayakan keselamatan warga sekolah, Minggu (5/4/2026).
Lantai yang telah lapuk dilaporkan ambles di beberapa titik. Bahkan, kondisi tersebut sempat memicu insiden yang melibatkan guru dan murid. Situasi ini tak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga mengganggu proses belajar mengajar yang seharusnya berjalan dengan nyaman.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Mahriansyah, mengungkapkan pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi bangunan. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap bersama tim teknis.

“Dari hasil pemantauan lapangan, memang ditemukan kerusakan pada struktur lantai. Kondisinya cukup memprihatinkan,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan dipicu oleh usia bangunan yang sudah tua serta penggunaan material kayu pada struktur lantai. Kondisi tersebut diperparah oleh banjir yang melanda wilayah tersebut pada awal 2026.
“Struktur kayu sangat rentan terhadap air. Banjir kemarin mempercepat pelapukan, sehingga lantai menjadi rapuh dan mudah ambles,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar telah mengajukan perbaikan melalui tiga jalur sekaligus. Usulan tersebut disampaikan ke Kementerian Pendidikan melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), program revitalisasi pemerintah pusat, serta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait dampak pascabencana.
“Semua usulan sudah kami ajukan, saat ini tinggal menunggu tindak lanjut,” kata Mahriansyah.
Ia menambahkan, kerusakan paling dominan terjadi pada bagian lantai bangunan. Untuk solusi jangka panjang, pihaknya mempertimbangkan peninggian struktur bangunan guna mengantisipasi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
Sementara itu, tim kembali melakukan peninjauan lanjutan untuk menentukan langkah perbaikan, baik penanganan sementara maupun melalui skema anggaran perubahan APBD 2026.
“Kami ingin memastikan proses belajar mengajar bisa segera pulih, sekaligus menghadirkan bangunan yang lebih tahan terhadap banjir di masa depan,” ungkapnya.
Untuk revitalisasi total SDN Jawa Laut 1, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp2,7 miliar.
Lebih luas, dampak banjir di Kabupaten Banjar ternyata tidak hanya dirasakan satu sekolah. Berdasarkan hasil survei, terdapat lebih dari 100 sekolah di sekitar 10 kecamatan yang terdampak, dengan tingkat kerusakan mulai dari sedang hingga berat.
“SDN Jawa Laut 1 menjadi salah satu yang masuk kategori terdampak dan membutuhkan penanganan serius,” pungkas Mahriansyah.






Tinggalkan Balasan