
Narasumber dari Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK RI, Nurtjahyadi, saat memaparkan materi mengenai identifikasi area rawan korupsi kepada jajaran pejabat Pemkot Banjarbaru.(Foto : Istimewa)
KAKINEWS, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan dengan menggelar Sosialisasi Antikorupsi bagi pimpinan daerah dan pejabat, yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, 2026.
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, mewakili Wali Kota Banjarbaru. Turut hadir seluruh jajaran pimpinan daerah, mulai dari staf ahli wali kota, para asisten, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Inspektur, Sekretaris DPRD, kepala SKPD, camat, lurah, hingga Direktur RSDI Kota Banjarbaru.
Dalam sambutannya, Sirajoni menegaskan bahwa kehadiran tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi menjadi momentum penting untuk memperkuat langkah pencegahan korupsi di daerah.
“Kehadiran KPK hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi bukti nyata bahwa upaya pencegahan korupsi di Banjarbaru terus diselaraskan dengan kebijakan pusat demi menjaga pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penindakan semata. Menurutnya, langkah paling efektif justru dimulai dari pencegahan melalui edukasi serta penguatan integritas di seluruh lini birokrasi.

“Pencegahan adalah kunci. Kita harus membangun kesadaran dan integritas sejak dini agar praktik korupsi tidak mendapat ruang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sirajoni mengingatkan tiga hal penting kepada seluruh peserta. Pertama, memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi secara konsisten dalam setiap tugas. Kedua, memperkuat peran pimpinan sebagai garda terdepan dalam mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ketiga, meningkatkan kolaborasi dengan KPK guna menjaga dan meningkatkan indeks integritas daerah.
Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK RI, Nurtjahyadi, yang memberikan pemahaman mendalam terkait pentingnya integritas, tata kelola pemerintahan yang baik, serta cara mengidentifikasi area rawan korupsi di lingkungan pemerintah daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap dapat membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas sebagai fondasi utama dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan terpercaya. Sosialisasi ini pun menjadi bagian dari strategi pencegahan korupsi yang sistematis dan berkelanjutan di Banjarbaru.






Tinggalkan Balasan