
KAKINEWS, MARTAPURA – Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait diskualifikasi atlet bulutangkis SD asal Kabupaten Banjar, Muhammad Naufal Razqa Prayuda, pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Cabang Bulutangkis Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj Liana Penny, menegaskan pihaknya tetap memberikan apresiasi tinggi atas capaian yang telah diraih Naufal. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta dukungan penuh dari keluarga, sekolah, dan pelatih.
“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Ananda Muhammad Naufal Razqa Prayuda atas prestasi yang telah diraih pada ajang O2SN Cabang Bulutangkis Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras, latihan yang tekun, serta dukungan dari keluarga, sekolah, dan para pelatih,” ujar Liana Penny.
Meski demikian, ia mengaku memahami kekecewaan yang dirasakan Naufal beserta keluarganya setelah panitia memutuskan mendiskualifikasi atlet tersebut dan membatalkan hasil pertandingan.

“Kami juga memahami kekecewaan yang dirasakan oleh ananda beserta orang tua atas keputusan yang diambil oleh Panitia O2SN Tingkat Provinsi,” katanya.
Liana menegaskan, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menghormati seluruh proses verifikasi maupun keputusan yang ditetapkan panitia penyelenggara sepanjang dilakukan sesuai petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, pada saat pelaksanaan pertandingan panitia belum mengetahui bahwa yang bersangkutan pernah meraih prestasi pada kejuaraan tingkat nasional yang termasuk dalam kategori yang tidak diperkenankan menjadi peserta O2SN sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis O2SN,” jelasnya.
Setelah dilakukan verifikasi lanjutan, panitia kemudian menetapkan Muhammad Naufal Razqa Prayuda didiskualifikasi. Dengan keputusan tersebut, wakil Kalimantan Selatan yang berhak melaju ke tingkat nasional adalah peserta yang menempati peringkat berikutnya sesuai ketentuan.
Sebelumnya, keputusan panitia memicu perhatian publik setelah Naufal yang sempat dinyatakan sebagai juara harus kehilangan gelarnya akibat diketahui pernah meraih prestasi pada kejuaraan tingkat nasional. Berdasarkan petunjuk teknis O2SN, peserta dengan riwayat prestasi nasional tertentu memang tidak diperkenankan mengikuti kompetisi tersebut.
Meski hasil pertandingan dibatalkan, Liana menegaskan bahwa prestasi dan kemampuan atlet muda asal Kabupaten Banjar itu tidak luntur oleh keputusan administratif tersebut.
“Kami tetap memberikan semangat kepada Ananda Muhammad Naufal Razqa Prayuda untuk terus berlatih, mengembangkan prestasi, dan tidak berhenti berkarya di bidang olahraga bulutangkis. Kami yakin pengalaman ini akan menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang,” tutupnya.





