
JAKARTA, KAKINEWS.ID —Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Minggu (13/9/2026) pukul 17.03 WIB. Tinggi kolom abu akibat erupsi tidak teramati.
Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, Agastya Rajendra, melaporkan erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 16 milimeter dan berlangsung sekitar 3 menit 22 detik.
“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada 13 September 2026 pukul 17.03 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati,” kata Agastya Rajendra.
Saat ini Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak, yang merupakan pusat erupsi.

Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga dilarang karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Potensi bahaya terutama berada di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.







