
KAKINEWS.ID, PEMALANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penelusuran aset dalam kasus dugaan korupsi dan pemerasan yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Kali ini, penyidik menggeledah rumah Mohamad Haris alias Gus Haris, orang dekat sang bupati, di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jumat (31/7/2026).
Dalam penggeledahan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, penyidik membawa keluar tiga unit kendaraan mewah yang diduga berkaitan dengan penyidikan. Kendaraan tersebut terdiri atas dua sepeda motor Harley-Davidson dan satu unit Honda CRF, yang diangkut menggunakan mobil towing setelah lebih dulu dipasangi segel KPK.
Warga sekitar menyebut rombongan penyidik tiba sekitar pukul 08.42 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian. Selama proses penggeledahan, sejumlah penyidik tampak keluar masuk rumah untuk mengumpulkan barang bukti.
Penyitaan motor-motor mewah tersebut mempertegas langkah KPK dalam menelusuri aliran aset dan kekayaan yang diduga berasal dari praktik korupsi dalam perkara yang kini telah memasuki tahap penyidikan.
Kasus ini sebelumnya telah menyeret empat tersangka, yakni Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Mohamad Haris alias Gus Haris, pegawai KPK Setya Budi Dias Oktavianto, serta Lilik Budi, ayah dari Setya Budi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan perkara tersebut dibagi dalam dua klaster penyidikan. Klaster pertama menyangkut dugaan pemerasan yang dilakukan Bupati Pemalang terhadap jajaran pemerintah daerah dan pihak swasta. Sementara klaster kedua berkaitan dengan dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oknum pegawai KPK terhadap Bupati Pemalang dengan dalih dapat mengamankan penanganan perkara.
Keempat tersangka telah ditahan sejak Kamis (30/7/2026). Setelah menggeledah rumah Gus Haris, tim penyidik melanjutkan penggeledahan ke kantor serta rumah dinas Bupati Pemalang untuk mencari barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.







