
Masyarakat Kabupaten Kotabaru diminta lebih waspada terhadap ancaman penyakit ISPA dan diare selama musim kemarau. Paparan kabut asap akibat karhutla serta berkurangnya kualitas air bersih menjadi faktor yang perlu diantisipasi untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Kepala Dinkes Kotabaru, Erwin Simanjuntak, SKM., melalui Sekretaris Dinkes, Muhammad Ukas, S.Farm., Apt., menegaskan bahwa hingga kini belum terjadi lonjakan kasus ISPA yang signifikan di fasilitas kesehatan maupun Puskesmas. Namun, potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap tetap perlu diantisipasi dengan disiplin penggunaan masker.
“Kami terus melakukan koordinasi antisipasi. Jika kabut asap melanda, masyarakat wajib melindungi diri dengan masker untuk mencegah ISPA yang ditandai batuk dan sesak napas,” ujar Ukas, Senin.
Selain ISPA, Dinkes juga menyoroti keterbatasan pasokan air bersih selama kemarau. Penurunan kualitas air baku berisiko memicu penyakit diare, terutama jika air tidak diolah dengan benar.
“Pastikan air dimasak hingga mendidih sebelum dikonsumsi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah diare dan penyakit pencernaan lainnya,” tambah Ukas.

Dinkes Kotabaru memastikan bahwa obat-obatan, logistik medis, serta tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas berada dalam kondisi siaga. Masyarakat juga diajak aktif menjaga lingkungan untuk mencegah karhutla yang dapat memperburuk kabut asap.





