KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Tim SAR Gabungan kembali memperbarui data penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Hingga Minggu (13/9/2026) pukul 14.10 WITA, sebanyak 125 orang berhasil dievakuasi.

Dari jumlah tersebut, enam korban dinyatakan meninggal dunia. Penambahan jumlah korban meninggal terjadi setelah kapal TB TCP menemukan dan mengevakuasi lima jenazah di sekitar lokasi pencarian.

Berdasarkan data sementara, TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, terdiri atas 15 orang selamat dan satu korban meninggal dunia. Korban dari kapal tersebut selanjutnya akan dibawa menuju Pelabuhan Tuban, Jawa Timur.

Sementara itu, TB TCP mengevakuasi 38 orang, termasuk lima jenazah. Kemudian MV Haida menyelamatkan 49 orang dan KM Cahaya Bahari mengevakuasi 22 orang.

Dengan demikian, total korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 125 orang.

Untuk korban yang dievakuasi menuju Banjarmasin, seluruhnya direncanakan dibawa ke Pelabuhan Trisakti. Selanjutnya, para korban akan mendapatkan penanganan medis di RSUD Ulin dan RS Bhayangkara Banjarmasin.

Proses evakuasi dan pencarian korban masih dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Petugas juga terus melakukan pendataan dan identifikasi terhadap para korban yang berhasil ditemukan.

Di Posko SAR Nasional KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, keluarga korban masih menunggu kepastian kondisi anggota keluarga mereka.

Salah satunya Putri, yang menanti suaminya, Herman (26), seorang anak buah kapal (ABK) yang telah bekerja sekitar lima tahun. Herman tercatat sebagai salah satu korban yang berhasil dievakuasi.

Putri datang bersama adik dan sepupu suaminya. Ia juga membawa anak perempuannya yang berusia empat tahun untuk menunggu kedatangan Herman.

Putri mengaku sedikit lega setelah mengetahui suaminya masuk dalam daftar korban yang berhasil dievakuasi. Namun, ia masih menunggu kepastian kondisi Herman secara langsung.

“Sudah agak lega rasa hati ini, tapi belum sepenuhnya lega. Karena saya belum melihat langsung orangnya dan belum tahu pasti kondisi fisiknya,” kata Putri.

Menurut Putri, komunikasi terakhir dengan Herman terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00 WITA ketika kapal hendak bertolak. Saat itu, Herman sempat mengabarkan bahwa kondisi cuaca di perairan sedang buruk dan jaringan telepon mulai sulit diakses.

Hingga Minggu siang, keluarga juga belum memberitahukan kejadian tersebut kepada ibu kandung Herman untuk menghindari kepanikan.

Sementara itu, operasi SAR masih terus dilakukan untuk mencari dan mengevakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.