KAKINEWS.ID, MARTAPURA – Nama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, menjadi sorotan publik setelah isu dugaan persoalan utang-piutang hingga penerimaan commitment fee proyek yang diduga fiktif ramai beredar di media sosial.

Dalam sepekan terakhir, kabar mengenai dugaan menghilangnya Nyoman menyebar melalui berbagai platform digital, mulai dari Facebook, TikTok hingga Instagram.

Dikutip dari KBK.News, Isu yang berkembang tidak hanya menyangkut persoalan finansial pribadi, tetapi juga dugaan praktik penawaran paket pekerjaan di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar.

Salah satu aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Banjar menyebut, Nyoman diduga menjanjikan proyek senilai Rp3 miliar dan telah menerima uang muka atau commitment fee. Namun, proyek yang dijanjikan itu disebut-sebut tidak pernah ada.

“Informasi yang saya dapat, yang bersangkutan diduga menjanjikan proyek senilai Rp3 miliar di Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar dan sudah menerima commitment fee di awal. Namun, proyeknya ternyata fiktif. Kalau kepastian hukumnya saya belum tahu, tetapi isu itu yang berkembang kuat di luar,” ungkapnya.

Meski demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Belum ada keterangan resmi mengenai status hukum Nyoman maupun kepastian adanya proyek fiktif sebagaimana isu yang beredar.

Belum Beri Klarifikasi

Tim redaksi KAKINEWS.ID telah berulang kali berupaya menghubungi I Gusti Nyoman Yudiana untuk meminta klarifikasi terkait berbagai tudingan tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari yang bersangkutan. Sambungan telepon tidak diangkat, sedangkan pesan yang dikirim melalui WhatsApp telah terbaca tanpa disertai jawaban.

Belum adanya respons tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai persoalan yang menyeret nama pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar itu belum terjawab.

Bupati Sebut Urusan Pribadi

Di tengah ramainya isu yang berkembang, Bupati Banjar H Saidi Mansyur turut dimintai tanggapan mengenai persoalan yang menyeret nama bawahannya tersebut.

Melalui pesan tertulis, Jumat (9/10/2026), Saidi menyebut persoalan itu merupakan urusan pribadi dan menyatakan bahwa Nyoman telah berkomitmen untuk menyelesaikannya.

“Urusan pribadi, berjanji menyelesaikan,” tegas Saidi.

Pernyataan singkat tersebut menjadi satu-satunya keterangan yang diperoleh dari Bupati Banjar terkait persoalan tersebut hingga berita ini diterbitkan.

Publik kini menanti kejelasan mengenai duduk perkara yang sebenarnya, termasuk apakah persoalan tersebut murni berkaitan dengan urusan pribadi atau memiliki kaitan dengan dugaan penawaran proyek di lingkungan pemerintahan.

KAKINEWS.ID masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak terkait. Hak jawab dan penjelasan dari I Gusti Nyoman Yudiana tetap terbuka untuk melengkapi pemberitaan ini.