KAKINEWS.ID Amuntai – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp1,358 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027. Target tersebut turun 4,08 persen dibandingkan APBD murni 2026.

Penjelasan RAPBD 2027 disampaikan Bupati HSU H. Sahrujani dalam Rapat Paripurna DPRD HSU, Rabu (14/10). Rapat dipimpin Ketua DPRD H. Fadillah dan dihadiri Wakil Bupati Hero Setiawan, Sekretaris Daerah H. Adi Lesmana, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah.

Dalam pemaparannya, Sahrujani menyebutkan, pendapatan daerah pada RAPBD 2027 direncanakan sebesar Rp1.358.330.342.620. Penurunan target terutama dipengaruhi berkurangnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat serta pos lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Di sisi belanja, Pemkab HSU merencanakan anggaran sebesar Rp1.667.667.485.658 atau sekitar Rp1,668 triliun. Angka tersebut turun 9,09 persen dibandingkan belanja daerah pada 2026.

Rencana belanja itu terdiri atas belanja operasi Rp 1,180 triliun, belanja modal Rp 247,70 miliar, belanja tidak terduga Rp 25,88 miliar, serta belanja transfer Rp2 13,25 miliar.

Dengan komposisi tersebut, RAPBD 2027 dirancang mengalami defisit sebesar Rp309.337.143.038. Defisit itu direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dengan nilai estimasi yang sama.

Sahrujani menegaskan, penyusunan RAPBD tidak sekadar menyangkut perencanaan pendapatan dan belanja, tetapi juga menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, alokasi anggaran harus diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui APBD ini, kita berkomitmen menghadirkan pembangunan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat infrastruktur dan pelayanan publik, mendorong perekonomian daerah, serta menjaga lingkungan hidup,” ujarnya.