
KAKINEWS.ID, Jakarta –Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat melalui operasi udara dan darat. Upaya tersebut berhasil memadamkan kebakaran di sejumlah titik dengan total luas lahan mencapai ratusan hektare.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu di enam provinsi prioritas untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah perluasan area terdampak.
“Kolaborasi penanganan dari udara dan darat ini terus dioptimalkan untuk mengendalikan kebakaran, mencegah perluasan area terdampak, serta mengatasi dampak asap karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Berton.
Di Kalimantan Selatan, BNPB mengerahkan tiga unit helikopter water bombing dengan total 158 kali penjatuhan air. Operasi tersebut berhasil memadamkan kebakaran di lahan seluas 11 hektare yang tersebar di Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut.
Sementara itu, operasi pemadaman darat di provinsi tersebut berhasil memadamkan kebakaran di lahan seluas 62,9 hektare. Wilayah penanganan meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Balangan.

Di Kalimantan Tengah, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan sebanyak tiga sortie dengan total 2.000 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl). Penyemaian dilakukan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Kabupaten Pulang Pisau.
Operasi pemadaman darat di Kalimantan Tengah berhasil menangani kebakaran di lahan seluas 126,83 hektare. Pemadaman dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Kapuas, Kota Palangka Raya, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Pulang Pisau.
Adapun di Kalimantan Barat, OMC dilakukan sebanyak dua sortie dengan total 1.800 kilogram NaCl yang disebarkan di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Operasi tersebut berhasil menghasilkan hujan di sejumlah wilayah di provinsi itu.
BNPB juga mengerahkan satu unit helikopter water bombing dengan 12 kali penjatuhan air untuk memadamkan kebakaran di lahan seluas satu hektare di Kabupaten Kubu Raya.
Selain pemadaman melalui udara, operasi darat di Kalimantan Barat berhasil memadamkan kebakaran di lahan seluas 40,8 hektare. Penanganan dilakukan di Kabupaten Mempawah, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Melawi.
Berton menjelaskan, penanganan karhutla juga dilakukan melalui OMC menggunakan bahan semai NaCl serta dry ice atau es kering, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. Pengerahan helikopter water bombing turut mendukung upaya pemadaman di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.
BNPB terus mengoptimalkan koordinasi dan pengerahan sumber daya bersama satuan tugas gabungan untuk mengendalikan karhutla. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan risiko meluasnya kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.








