JAKARTA, KAKINEWS.ID – Aktivis muda dari Front Antimiliterisme dan Investasi, Rabu 21 Oktober 2026 mendatangi dan memprotes jalannya seminar nasional bertema “Potensi Mineral dan Migas sebagai Akselerator Pembangunan di Tanah Papua” yang berlangsung di JS Luwansa Hotel and Convention Center, Jakarta.

Dikutip dari video yang beredar luas di media sosial, Kamis siang, seminar yang diselenggarakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pengurus Daerah Papua–Papua Barat bersama perusahaan besar seperti PTFreeport Indonesia ini awalnya berjalan normal.

Tiba-tiba sekelompok aktivis muda asal Papua membawa spanduk masuk ke ruangan seminar. Salah seorang dari mereka mengambil pengeras suara lalu berbicara di depan peserta seminar dengan nada tinggi.

“Di sini saya bukan seorang profesor, saya bukan doktor, saya bukan juga filsuf. Tapi saya datang dari akar rumput orang Papua yang mengalami penderitaan dari hasil pembahasan ini,” katanya tegas.

Menurut aktivis muda itu, pembahasan yang berlangsung di dalam seminar tersebut adalah bagian dari upaya perampokan ruang hidup masyarakat adat serta kerusakan lingkungan di Papua.

Ia kecewa kepada pola pandang pemerintah pusat dan investor yang kerap mengesampingkan pemenuhan hak-hak dasar rakyat Papua.

“Ini bukti nyata bahwa Jakarta tidak memandang Papua sebagai subjek. Kalian tidak membicarakan manusianya. Mata Jakarta ke Papua hanya tertuju pada sumber daya alam, dan saya sangat kecewa,” tambahnya.

Belum ada tanggapan resmi dari penyelenggara maupun manajemen PT Freeport Indonesia berkait kegiatan protes dari aktivis muda Front Anti Militerisme dan Investasi tersebut.

Meski demikian, netizen di media sosial umumnya memberi dukungan kepada aktivis muda tersebut. Mereka berterima kasih kepada aktivis muda itu karena telah menyuarakan akar rumput di Papua.

“Ini baru mahasiswa berdiri bagi rakyat. Terima kasih adik-adik kalian harapan bangsa,” kata @eli***.

“Siooo sayang Tuhan Yesus tolong saudara-saudaraku yang berbicara untuk kebaikan orang papua,” kata @irene***.

“Siooo sayang mahasiswa terus menyuarakan hak kami sebagai orang Papua,” kata @merlin***.

“Semangat adek-adek pemberani, teriak terus sayang,” kata @dan***.

“Luar biasa aspirasi mahasiswa. Tuhan memberikati,” kata @metod***.***

Sumber Facebook @yelle