KAKINEWS.ID, Jakarta – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Sabtu (24/10/2026) pukul 16.17 WIT. Tinggi kolom abu tidak teramati, tetapi erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 28 detik.

Petugas Pengamatan Gunung Ibu, M. Richard Chaniago  melaporkan bahwa gunung api tersebut saat ini berada pada Status Level II (Waspada).

Berdasarkan informasi erupsi yang disampaikan melalui laman Magma Indonesia, masyarakat di sekitar Gunung Ibu, termasuk pengunjung dan wisatawan, diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.

Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari area perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Erupsi tersebut terekam melalui pemantauan seismograf, meskipun tinggi kolom abu tidak teramati. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.

Masyarakat Diminta Waspada Hujan Abu

Dalam keterangan tertulisnya, Richard Chaniago dalam informasi pengamatan tersebut juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi potensi hujan abu vulkanik.

Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah saat terjadi hujan abu disarankan menggunakan pelindung hidung dan mulut berupa masker serta kacamata untuk melindungi mata.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks terkait aktivitas Gunung Ibu. Warga juga diimbau tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas sumbernya serta selalu mengikuti arahan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diharapkan terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas gunung api tersebut.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi rekomendasi petugas demi keselamatan bersama.