KAKINEWS.ID Tanjung – Pemerintah Kabupaten Tabalong, menerima bantuan presiden sebesar Rp 10 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dari kebutuhan operasional hingga sarana dan prasarana penunjang.

Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani mengakan Banpres ini juga digunakan untuk bahan bakar minyak (BBM), konsumsi relawan yang bertugas serta kebutuhan lainnya.

“Bantuan ini merupakan amanah yang akan kita dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung operasional penanganan karhutla di Kabupaten Tabalong,” jelas Noor Rifani, Sabtu (24/10/2026).

Kepastian bantuan ini diterima saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (23/10/2026).

Terkait penggunaan bantuan presiden ini Pemkab Tabalong akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan para relawan Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) untuk memetakan kebutuhan penanganan di lapangan.

Sementara Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Kabupaten Tabalong Aries Setiawan dikutip Antara mengatakan saat ini tercatat sekitar 140 hektare kawasan hutan terdampak karhutla baik kawasan hutan lindung, hutan produksi maupun Areal Penggunaan Lainnya (APL).”Kawasan hutan yang terdampak karhutla tersebar di Kecamatan Bintang Ara, Muara Uya dan Jaro,” ujarnya.

Saat ini tim perlindungan hutan bersama BPBD Kabupaten Tabalong tengah melakukan penanganan karhutla di Desa Salikung Kecamatan Muara Uya.

Sementara itu data Pusdalops BPBD Kabupaten Tabalong tercatat 194 kejadian karhutla yang menyebabkan sekitar 507 hektare lahan terbakar.