
KAKINEWS.ID, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian dan instansi terkait terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat melalui operasi darat, pemadaman udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Di Kalimantan Selatan, BNPB mengerahkan empat unit helikopter water bombing dengan 137 kali penjatuhan air. Operasi tersebut berhasil memadamkan kebakaran di lahan seluas tujuh hektare yang tersebar di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala.
Sementara itu, operasi darat berhasil memadamkan karhutla seluas 58,6 hektare di Kota Banjarbaru serta Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Balangan.
OMC di Kalimantan Selatan dilaksanakan sebanyak satu sorti dengan total bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kilogram. Bahan semai tersebut disebarkan di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.
Di Kalimantan Tengah, OMC dilaksanakan sebanyak dua sorti dengan penyemaian 5.200 kilogram dry ice di Kota Palangka Raya. Penyemaian juga dilakukan menggunakan 2.000 kilogram NaCl di Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kotawaringin Barat.

BNPB mengerahkan tiga unit helikopter water bombing dengan 53 kali penjatuhan air. Operasi tersebut berhasil memadamkan karhutla seluas 5,5 hektare di Kabupaten Seruyan.
Adapun operasi darat di Kalimantan Tengah berhasil memadamkan kebakaran seluas 122,94 hektare di sejumlah wilayah. Pemadaman juga dilakukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas lahan mencapai 27,3 hektare.
Di Kalimantan Barat, pemerintah memperkuat penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang melalui koordinasi lintas instansi dan penambahan personel pemadam. Kementerian Kehutanan menyiapkan 104 personel tambahan untuk menangani sejumlah lokasi rawan kebakaran, termasuk kawasan Cagar Alam Muara Kendawangan dan wilayah Desa Pembedilan.
Berdasarkan data pemadaman yang tersedia untuk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 221,24 hektare, termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Angka tersebut belum mencakup capaian pemadaman di Kalimantan Barat karena data luas lahan yang berhasil dipadamkan dalam operasi yang sama belum terverifikasi.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi dan upaya penanganan di ketiga provinsi untuk mencegah meluasnya kebakaran, mengurangi dampak kabut asap, serta melindungi masyarakat dan lingkungan.








