
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula menargetkan penanganan gangguan pasokan air bersih akibat kebocoran pipa intake Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan.
Selain menuntaskan perbaikan pipa, BPAM Banjarbakula menyiapkan dua unit pompa darurat untuk membantu menjaga ketersediaan air baku dan mengurangi risiko gangguan distribusi.
Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menyampaikan perkembangan penanganan tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (14/10/2026).
Menurut Wahyu, progres perbaikan pipa intake Mandikapau telah mencapai sekitar 70 persen. Pipa yang bocor sudah tersambung, sementara sebagian bagian mulai diuji alirannya.
Tahap berikutnya adalah pengecoran untuk memperkuat struktur bangunan di sekitar sambungan pipa yang dijadwalkan pada Jumat (16/10/2026).

“Estimasi penyelesaian persoalan ini satu pekan. Jumat ini dilaksanakan sudah pengecoran sambungan pipanya,” kata Wahyu.
Ia menjelaskan, pemulihan distribusi tidak hanya bergantung pada penyambungan pipa, tetapi juga pada kembalinya tekanan air agar mampu menjangkau seluruh wilayah pelayanan.
Sejumlah kawasan di Banjarbaru, seperti Sungai Ulin, Liang Anggang, Trikora, dan Guntung Manggis, masih mengalami gangguan. Wilayah dengan elevasi tinggi menjadi salah satu kawasan yang kesulitan mendapatkan pasokan karena tekanan air belum optimal.
“Karena tekanan masih belum full, otomatis banyu tidak sampai ke sana,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPAM Banjarbakula mengoptimalkan intake darurat sembari menyiapkan tambahan pompa.
“Kalau jangka pendeknya kami mengoptimalkan intake darurat. Rencana kami akan melakukan pengadaan pompa darurat sebanyak dua buah yang nantinya akan berkolaborasi dengan PT Air Minum Intan Banjar,” jelasnya.
Pengadaan dua pompa darurat itu direncanakan segera setelah penanganan kebocoran pipa selesai. Kerja sama dengan PT Air Minum Intan Banjar diharapkan memperkuat langkah penanganan gangguan pasokan.
Gangguan intake Mandikapau diketahui berdampak pada sekitar 80 ribu sambungan rumah di wilayah pelayanan Banjarbaru dan Martapura.
BPAM Banjarbakula kini berupaya menuntaskan perbaikan sekaligus menyiapkan langkah antisipasi agar gangguan serupa dapat diminimalkan dan distribusi air bersih kembali berjalan optimal.






