
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Dewan Kesenian (DK) Kota Banjarmasin menyayangkan hilangnya Monumen Taman Gerbang Kota di simpang Jalan Pangeran Antasari yang merupakan karya maestro seni rupa Misbach Tamrin. Monumen tersebut dibongkar dalam proyek penataan Taman Kota Bamara (Banjarmasin Maju Sejahtera) oleh Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup.
Ketua DK Banjarmasin Hajriansyah menegaskan pihaknya mendukung pembangunan dan penataan ruang publik. Namun, menurutnya, modernisasi kota tidak boleh menghilangkan karya seni yang telah menjadi bagian dari sejarah dan identitas Banjarmasin.
“Jika monumen itu sempat lusuh oleh waktu, ia sejatinya merindukan sentuhan perawatan dan konservasi yang bermartabat, bukan kepunahan di bawah dentuman palu besi,” ujar Hajriansyah dalam pernyataan sikap DK Banjarmasin, Rabu (29/7/2026).
Ia menilai Monumen Taman Gerbang Kota bukan sekadar ornamen kota, melainkan simbol semangat gotong royong masyarakat yang diwujudkan melalui karya Misbach Tamrin, seniman Kalimantan Selatan yang kiprahnya dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Wakil Ketua DK Banjarmasin Sumasno Hadi mengkritik proses pembongkaran yang dinilai tidak melibatkan seniman, budayawan, maupun akademisi. Menurutnya, setiap penataan ruang publik semestinya dilakukan melalui dialog agar tetap menghormati nilai sejarah dan estetika kota.

DK Banjarmasin menegaskan sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan, melainkan dorongan agar pembangunan berjalan seiring dengan pelestarian warisan seni dan budaya sehingga identitas Kota Seribu Sungai tetap terjaga.





