
KAKINEWS.ID|KALTENG — Di tengah perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian masyarakat Kalimantan Tengah, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) mengambil langkah nyata dengan membentuk Posko Gabungan Relawan Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Damkarhutla) di Gedung Joang 45, Kota Palangka Raya, Kamis 22 Oktober 2026.
Relawan Gabungan yang terdiri dari HIPAKAD, FKPPI, Gerdayak, Laskar Prabowo 08, Habar Kalimantan Tengah, dan Pemuda Panca Marga (PPM) ini hadir untuk memperkuat dukungan terhadap petugas di lapangan.
Tak hanya menyampaikan kepedulian, mereka menyiapkan personel, logistik, serta armada operasional guna membantu penanganan karhutla di sejumlah titik rawan.
Tokoh pemuda Kalimantan Tengah, Yansen A. Binti, mengatakan pembentukan posko tersebut berangkat dari rasa empati sekaligus penghargaan terhadap perjuangan TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat yang berjibaku menghadapi kebakaran.
Menurutnya, perjuangan para petugas di lapangan perlu mendapat dukungan nyata agar penanganan karhutla dapat berjalan lebih maksimal.

“Kami melihat langsung bagaimana para petugas di lapangan berjuang habis-habisan memadamkan karhutla. Dari situ kami sepakat mengambil bagian dengan menginisiasi bantuan dan dukungan, baik kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, maupun para relawan,” ujar Yansen.
Untuk mendukung operasi tersebut, posko gabungan menyiagakan sekitar 15 personel terlatih untuk membantu penanganan di lapangan, dengan dukungan ribuan anggota ormas yang tergabung dalam aliansi.
Bantuan juga disiapkan dalam bentuk logistik, makanan ringan, air mineral, dan masker bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Dukungan operasional turut diperkuat dengan dua unit kendaraan pemadam multiguna roda tiga bantuan pinjam-pakai dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah.
Selain itu, satu unit kendaraan firefighter dari pihak swasta juga disiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah lokal.
Dua armada roda tiga tersebut mulai dioperasikan aktif mulai hari ini, dengan personel direncanakan bergerak ke titik kebakaran terdekat, termasuk kawasan Kereng Bangkirai dan Jalan Soekarno.
Di tengah sorotan publik terhadap penanganan karhutla, Yansen menegaskan bahwa pihaknya memilih memberikan dukungan moral dan aksi nyata kepada para petugas yang terus berjibaku di lapangan.
Ia menilai perjuangan mereka menghadapi api dan dampak kabut asap membutuhkan dukungan bersama semua pihak, bukan hanya komentar-komentar saja dan argumen dari luar.
“Kalaupun ada pihak yang mencela perjuangan mereka, kami tidak berada di posisi itu. Kami justru bangga dan memberikan dukungan penuh kepada para petugas yang berjuang di lapangan. Ini persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.
Terkait tuntutan agar karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional, Yansen menyerahkan keputusan tersebut kepada pemerintah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menegaskan, apa pun keputusan yang diambil pemerintah, pihaknya siap mendukung upaya penanganan karhutla.
Pembentukan posko gabungan ini diharapkan menjadi kontribusi yang nyata elemen masyarakat dalam memperkuat kerja petugas, mempercepat respons terhadap titik kebakaran, serta membantu melindungi warga dari dampak kabut asap di Kalimantan Tengah, selalu gunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan.








