
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Dewan Kesenian (DK) Kota Banjarmasin mendesak Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil langkah konkret menyusul hilangnya Monumen Taman Gerbang Kota karya maestro seni rupa Misbach Tamrin dalam proyek penataan Taman Kota Bamara.
Melalui Pernyataan Sikap Nomor 045/DK-Bjm/VII/2026, DK Banjarmasin menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah daerah. Tuntutan pertama ialah meminta Pemkot Banjarmasin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan kepada Misbach Tamrin atas hilangnya karya monumental tersebut.
Selain itu, DK Banjarmasin meminta evaluasi terhadap minimnya pelibatan seniman, budayawan, dan akademisi dalam setiap penataan ruang publik. Organisasi tersebut juga mendesak pemerintah menghadirkan kembali penanda atau bentuk penghormatan terhadap karya Misbach Tamrin dengan melibatkan Dewan Kesenian dan komunitas perupa sejak tahap perencanaan.
Tak hanya itu, DK Banjarmasin juga meminta adanya komitmen tertulis atau regulasi yang menjamin setiap pembangunan ruang publik tetap memperhatikan pelestarian aset seni dan budaya.
Wakil Ketua DK Banjarmasin Sumasno Hadi menegaskan pembangunan kota harus tetap menghormati sejarah dan identitas budaya masyarakat. Sementara Ketua DK Banjarmasin Hajriansyah menilai peristiwa hilangnya monumen tersebut harus menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurut DK Banjarmasin, pembangunan dan pelestarian budaya tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan berdampingan agar wajah baru Kota Banjarmasin tetap memiliki akar sejarah yang kuat.





