Kakinews.id, Jakarta: Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dikaitkan dengan risiko gangguan kognitif ringan yang lebih rendah pada penderita diabetes.

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care. Peneliti menggunakan Life’s Essential 8 (LE8) untuk mengukur kesehatan kardiovaskular peserta.

LE8 mencakup pola makan, aktivitas fisik, paparan nikotin, kualitas tidur, indeks massa tubuh, kadar kolesterol, kadar glukosa darah, serta tekanan darah.

Dalam kesimpulannya, peneliti menyatakan, “Kesehatan kardiovaskular yang lebih baik secara signifikan berkaitan dengan risiko gangguan kognitif ringan yang lebih rendah pada penderita diabetes, setelah memperhitungkan risiko genetik.”

Penelitian tersebut menganalisis data lebih dari 51 ribu peserta dari UK Biobank dan program All of Us. Para peneliti kemudian mengamati hubungan antara kesehatan kardiovaskular, faktor genetik, gangguan kognitif ringan atau mild cognitive impairment (MCI), serta demensia.
Hasil penelitian menunjukkan, penderita diabetes dengan kesehatan kardiovaskular sedang hingga tinggi memiliki risiko MCI lebih rendah dibandingkan mereka yang memiliki kesehatan kardiovaskular rendah.

Peneliti juga menemukan bahwa skor LE8 yang lebih tinggi berkaitan dengan volume materi abu-abu otak yang lebih besar dan volume hiperintensitas materi putih yang lebih rendah.

Namun, hubungan kesehatan kardiovaskular dengan risiko demensia dapat berbeda berdasarkan tingkat risiko genetik seseorang.
Temuan ini menunjukkan pentingnya menjaga faktor kesehatan kardiovaskular yang dapat dimodifikasi pada penderita diabetes.

Meski demikian, penelitian tersebut menunjukkan hubungan antara kedua faktor dan belum membuktikan bahwa kesehatan jantung yang lebih baik secara langsung mencegah gangguan kognitif atau demensia.