KAKINEWS.ID, Jakarta — Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia menghadapi berbagai tekanan di tengah ketidakpastian global. Konflik geopolitik, ancaman bencana alam, korupsi, serta kebijakan belanja negara menjadi sejumlah faktor yang perlu diantisipasi oleh para pemimpin.

Hal itu disampaikan JK dalam kuliah bertajuk Leadership Amidst Uncertainty: Lessons from Experience atau “Kepemimpinan di Tengah Ketidakpastian: Pelajaran dari Pengalaman” di Belfer Case Study Room, CGIS South, Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (22/10/2026) waktu setempat.

Kuliah tersebut dihadiri mahasiswa Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston University, serta sejumlah perguruan tinggi lain di kawasan New England, Amerika Serikat.

“Ketidakpastian dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh perang di berbagai kawasan. Konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, berdampak terhadap perekonomian dunia. Indonesia juga tidak bisa menghindari dampak dari situasi tersebut,” ujar JK.

Menurut JK, dinamika geopolitik tidak hanya memengaruhi hubungan antarnegara, tetapi juga berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut menuntut pemimpin memiliki kemampuan membaca situasi, mengambil keputusan, serta mengantisipasi dampak krisis yang meluas melampaui batas negara.

Selain konflik global, ancaman bencana alam dan persoalan korupsi juga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.

JK menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menghadapi ketidakpastian melalui pengambilan keputusan yang tepat dan perhitungan terhadap berbagai risiko. Kebijakan belanja negara juga perlu menjadi perhatian agar sumber daya yang tersedia dapat dikelola secara efektif di tengah tekanan ekonomi.

Paparan JK di Harvard tersebut mengangkat pengalaman kepemimpinan dalam menghadapi situasi yang tidak menentu, sekaligus menyoroti pentingnya kesiapan dalam merespons tantangan global dan domestik.