BERITA UTAMA Hukum

Kejagung Kejar Aliran Uang Kotor POME, Money Changer Diduga Jadi Jalur Cuci Dana

Kejagung Kejar Aliran Uang Kotor POME, Money Changer Diduga Jadi Jalur Cuci Dana

Kejaksaan Agung (Foto: Dok Kakinews.id)

Kakinews.id – Kejaksaan Agung Republik Indonesia terus menguliti skandal dugaan korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit yang membusuk sejak 2022. Perkara yang diduga melibatkan permainan kotor lintas institusi ini kini mengarah pada dugaan praktik pencucian uang, setelah penyidik menggeledah sejumlah gerai penukaran valuta asing yang disinyalir menjadi jalur “cuci bersih” dana hasil kejahatan.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan penggeledahan dilakukan di dua pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Lokasi-lokasi tersebut diduga kuat bukan sekadar tempat penukaran uang biasa, melainkan simpul penting dalam lalu lintas dana haram yang berkaitan dengan ekspor POME.

Penggeledahan itu, menurut Syarief, dilakukan sebagai bagian dari penelusuran transaksi keuangan mencurigakan yang melibatkan rupiah dan mata uang asing. Namun hingga kini, Kejaksaan Agung masih enggan membuka identitas pihak-pihak yang diduga bermain di balik meja, memanfaatkan celah regulasi dan lemahnya pengawasan ekspor limbah sawit.

“Yang bisa kami sampaikan, memang ada aliran uang dan itu melalui tempat penukaran uang. Asal-usul dan tujuan dana tersebut sedang kami dalami,” kata Syarief kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen penting yang diduga merekam jejak transaksi keuangan terselubung. Dokumen itu kini tengah dibedah untuk memetakan pola pergerakan dana, termasuk dugaan pengaburan asal uang yang berpotensi menyeret aktor-aktor besar di balik bisnis ekspor limbah kelapa sawit.

Kasus ini bukan perkara baru. Pada Oktober 2025, Kejaksaan Agung telah lebih dulu menggeledah lima lokasi strategis, mulai dari kantor Bea Cukai hingga rumah pejabat terkait. Dari operasi tersebut, penyidik mengamankan dokumen-dokumen krusial yang mengindikasikan adanya praktik ekspor POME yang sarat penyimpangan.

Untuk menghitung dampak finansial dari kejahatan ini, penyidik kini menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Badan Pemeriksa Keuangan. Perhitungan kerugian negara menjadi kunci sebelum Kejaksaan Agung melangkah ke tahap penetapan tersangka, yang disebut-sebut hanya tinggal menunggu waktu.

Skandal dugaan korupsi ekspor POME ini masih terus bergulir dan berpotensi membongkar jejaring kepentingan yang lebih luas. Penelusuran aliran dana dan transaksi keuangan yang kini dibuka secara agresif diyakini akan menyeret pihak-pihak lain yang selama ini bersembunyi di balik kerumitan birokrasi dan bisnis ekspor limbah sawit.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *