KAKINEWS.ID, Jakarta – Waasops Panglima TNI Marsda TNI Taufiq Arasj menyebut koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran hutadan lahan (karhutla), termasuk melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menurut Taufiq, semakin solid koordinasi antarlembaga, semakin cepat pelaksanaan OMC dapat mendukung upaya menekan titik api dan mengurangi dampak kabut asap bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Desk Terpadu OMC di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (18/10/2026).

Rakor dipimpin Wakil Ketua Pengarah Tim Desk Terpadu OMC Marsda TNI Esron Sinaga dan dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga terkait, termasuk unsur TNI, Kementerian Kehutanan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam kesempatan tersebut, Esron menegaskan seluruh unsur yang terlibat harus bekerja optimal sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Tidak ada yang berjalan sendiri-sendiri karena OMC tersebut adalah operasi terpadu, keberhasilan hanya bisa dicapai dengan kerja bersama,” tegas Esron.

Rakor diawali dengan evaluasi pelaksanaan OMC di sejumlah wilayah prioritas, antara lain Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, serta wilayah rawan karhutla lainnya.

Dalam pemaparan teknis, perwakilan BRIN F. Heru Widodo menjelaskan penerapan dry ice atau es kering dalam OMC. Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo memaparkan analisis prakiraan cuaca terkini sebagai bahan pertimbangan pelaksanaan operasi.

Kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara untuk mendukung OMC juga dipaparkan Marsma TNI Putu selaku Dan Grup 1 Angkut.

Rakor tersebut turut dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi yang meninjau Posko Desk OMC Terpadu sebelum bertolak ke Sumatera Selatan untuk meninjau penanganan karhutla.

Melalui operasi terpadu tersebut, pelaksanaan OMC diharapkan dapat mendukung upaya penanganan karhutla, menekan penyebaran titik api, serta mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.