Kenaikan harga plastik di Banjarmasin masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat belum dapat memastikan faktor utama yang memicu lonjakan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Noorsyahdi, mengungkapkan bahwa berdasarkan data inflasi, harga plastik sebenarnya belum menunjukkan kenaikan signifikan.

“Secara catatan inflasi, harga plastik belum menunjukkan pergerakan. Kita juga belum mendapatkan informasi terkait pemicunya,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian itu, Pemkot melihat kondisi ini sebagai momentum untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik, terlebih saat kota tersebut tengah menghadapi persoalan darurat sampah.

“Coba gunakan bakul dengan sekat kertas agar tidak tercampur,” sarannya.

Di sisi lain, para pedagang mulai merasakan dampak langsung. Amin (54), pedagang telur, mengaku harga kantong plastik mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Selapis tidak kuat dan mudah sobek, jadi tidak bisa pelit. Tapi risikonya keuntungan jadi tergerus,” keluhnya.

Kondisi ini membuat pedagang harus lebih cermat dalam penggunaan plastik, sekaligus menyesuaikan strategi penjualan agar tetap bertahan di tengah kenaikan biaya operasional.