
Kakinews.id, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia pada periode Senin (17/8) hingga Selasa (18/8) pukul 07.00 WIB.
Data tersebut merupakan hasil pemutakhiran BNPB terkait kejadian dan penanganan bencana yang dilakukan pemerintah daerah bersama tim gabungan.
Karhutla pertama terjadi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (16/8) malam. Kebakaran melanda lahan seluas sekitar satu hektare di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur.
Tim gabungan melakukan pemadaman dan berhasil mengatasi kebakaran pada Senin (17/8).
Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (17/8). Lahan tebu seluas empat hektare di Desa Kadilangon, Kecamatan Wedi, dilaporkan hangus terbakar.

Api berhasil dipadamkan setelah tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.
Sementara itu, karhutla terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran melanda wilayah Kecamatan Manggar, Damar, dan Gantung dengan luas lahan terdampak mencapai 13,87 hektare.
Tim gabungan langsung melakukan pemadaman dan api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Di Jawa Timur, kebakaran lahan menghanguskan sekitar tiga hektare lahan di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, pada Senin (17/8).
Tim gabungan berhasil memadamkan api pada hari yang sama.
BNPB Imbau Waspada Karhutla
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memiliki lahan kering dan rawan terbakar.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan maupun lahan kering.
BNPB juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.
Pemerintah daerah diminta mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, menyiapkan sumber air dan melakukan patroli secara rutin di wilayah yang rawan kebakaran.







