Tim Reaksi Cepat (TRC) Pengendalian Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan kembali bergerak cepat menangani dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru, Sabtu (11/7/2026). Berkat sinergi lintas instansi, kedua kejadian berhasil ditangani sehingga api padam dan kondisi dinyatakan aman terkendali.

Koordinator TRC Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Sahri, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 12.55 Wita terkait kebakaran lahan di Jalan Pintas Sambangan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.

Menurutnya, kebakaran terjadi pada lahan semi gambut seluas sekitar tiga hektare yang didominasi vegetasi semak belukar, purun tikus, dan galam. Tim gabungan berhasil memadamkan sekitar 0,45 hektare area yang terbakar.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung melakukan observasi, pendataan, dan mengerahkan personel beserta peralatan pemadaman ke lokasi agar api tidak meluas,” ujar Sahri.

Dalam penanganan di lokasi pertama, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mengerahkan satu unit mobil tangki, satu unit kendaraan operasional Strada, dan empat personel. Upaya pemadaman juga melibatkan BPBD Kota Banjarbaru, Polri, serta relawan BPK swasta.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.35 Wita, TRC BPBD Provinsi Kalimantan Selatan kembali menangani kebakaran lahan di Jalan Guntung Manggis, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin. Kebakaran melanda lahan semi gambut seluas sekitar satu hektare dengan vegetasi semak belukar, purun tikus, dan galam.

Untuk mengendalikan api di lokasi tersebut, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan menurunkan satu unit mobil Hilux, satu unit sepeda motor KLX, serta empat personel. Penanganan dilakukan bersama BPBD Kota Banjarbaru, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Bencana (MPB), dan relawan BPK swasta hingga sekitar 0,3 hektare area berhasil dipadamkan.

Sahri menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kedua kejadian diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas yang menyebabkan vegetasi kering mudah terbakar. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran tetap memerlukan pendalaman lebih lanjut.

“Alhamdulillah, seluruh titik api yang kami tangani hari ini sudah padam dan dalam kondisi aman terkendali. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” jelasnya. MC Kalsel/Fuz

Sumber: Media Center Provinsi Kalimantan Selatan