KAKINEWS.ID Amuntai – Sunag tercemar, ikan periharaan di Desa Tuhuran Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), banyak yang mati.

Dari penyuluh perikanan yang sudah datang ke lokasi, mengatakan ikan yang mati di keramba merupakan ikan siap panen dengan jumlah ratusan. Berada di keramba dan kemungkinan terlalu banyak isi terlebih saat musim kemarau seperti ini air sungai surut dan oksigen berkurang.

“Ada pemilik tambak yang mengaku tidak melakukan pengecekan kondisi ikan selama beberapa hari, kemungkinan ada ikan yang mati lalu tidak diangkat sehingga semakin mencemari kondisi air sehingga lebih banyak ikan yang mati,” ujarnya Selasa (25/8/2026).

Selain itu dari penyuluh perikanan juga meminta kepada pemilik tambak untuk mengangkat bangkai ikan dan tidak membuangnya di sungai.

Meski demikian tampaknya masih ada ikan mati yang mengambang di sungai. Dan hal ini membuat pemilik tambak di daerah hilir menjadi khawatir.

Kepala Desa Jingah Bujur Hanafi mengatakan beberapa pemilik tambak di desanya juga mengaku khawatir air sungai semakin tercemar dan membuat ikan di desanya mati.

“Saat ini memang sudah ada beberapa ikan yang mati namun jumlahnya tidak banyak, kami juga khawatir termasuk untuk BUMDes kami juga pemeliharaan ikan, saat ini ikan masih belum masuk waktu panen sehingga tidak bisa dijual cepat,” ujarnya

Hanafi menambahkan saat ini upaya yang dilakukan untuk menghindari ikan mati dengan mengurangi jumlah ikan dalam satu keramba, menaburkan garam pada air sungai sekitar keramba dan mengurangi pemberian umpan