
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggandeng TNI untuk menyiapkan akses darurat setelah Jembatan Saka Harang di kawasan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, ambruk, Minggu (30/8/2026).
Jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat Mantuil tersebut ambruk sekitar pukul 13.30 WITA setelah dilintasi sebuah truk dump bermuatan material.
Akibat kejadian itu, bagian badan jembatan patah. Bagian belakang truk beserta muatannya terperosok ke sungai. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Ambruknya jembatan langsung memutus akses darat warga, termasuk masyarakat yang beraktivitas menuju kawasan perusahaan di sekitar Mantuil.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR bersama Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar dan Dandim 1007/Banjarmasin Letkol Czi Slamet Riyadi turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan sekaligus membahas penanganan akses warga.

Yamin mengatakan, Pemko Banjarmasin akan bekerja sama dengan TNI untuk menyediakan akses sementara bagi masyarakat.
“Insyaallah untuk sementara akses warga bisa menggunakan Jembatan Bailey sebelum dilakukan pembangunan jembatan permanen. Selain itu, kami juga akan meminta Dinas PUPR melakukan survei untuk pembangunan jalan alternatif,” ujar Yamin.
Menurutnya, penyediaan akses sementara diperlukan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan sembari pemerintah menyiapkan penanganan jangka panjang.
Dandim 1007/Banjarmasin Letkol Czi Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya akan membantu melalui peminjaman Jembatan Bailey untuk digunakan masyarakat selama proses menuju pembangunan jembatan permanen.
Sebelumnya, koordinasi dan permohonan izin terkait penggunaan Jembatan Bailey telah dilakukan kepada Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin.
“Pemasangan Jembatan Bailey rencananya melibatkan Denzipur,” kata Slamet.
Ia menambahkan, penggunaan jembatan sementara nantinya akan diatur, termasuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas.
“Truk yang bermuatan 5 sampai 8 ton masih bisa lewat,” ujarnya.
Sementara itu, sebelum Jembatan Bailey terpasang, warga menggunakan perahu atau kelotok sebagai alternatif penyeberangan. Sejumlah warga memanfaatkan layanan tersebut untuk menyeberangkan sepeda motor dengan biaya sekitar Rp1.000.
Ketua LPMK Mantuil, Hamdani, sebelumnya menyebut kondisi Jembatan Saka Harang cukup mengkhawatirkan dan berpotensi mengalami keruntuhan lebih lanjut.
Pemko Banjarmasin juga menyiapkan langkah lanjutan dengan meminta Dinas PUPR melakukan survei terhadap kemungkinan pembangunan jalan alternatif.
Selain penanganan Jembatan Saka Harang, pemerintah kota akan melakukan pendataan dan pemeriksaan kembali terhadap jembatan-jembatan yang telah berusia cukup tua di wilayah Banjarmasin.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk segera melakukan pendataan kembali jembatan-jembatan yang ada di Kota Banjarmasin, terutama yang kondisinya sudah puluhan tahun,” ujar Yamin.
Dengan disiapkannya Jembatan Bailey, pemerintah berharap akses masyarakat Mantuil dapat segera kembali terbuka, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.





