
KAKINEWS.IDJakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya keteladanan, disiplin, dan pengorbanan bagi para perwira siswa yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin Polri.
Hal tersebut disampaikan Djamari saat memberikan kuliah umum kepada peserta didik Sespimti, Sespimmen, SPPK, dan Sespimma Polri di The Tribrata Convention Center Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).
Djamari mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat bangsa. Pendidikan, menurutnya, harus mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas, disiplin, memiliki keteladanan, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.
“Kalau kita ingin memperbaiki organisasi dan bahkan bangsa ini, tentunya titik beratnya adalah kita memperbaiki dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui perbaikan pendidikan,” ujar Djamari.Dalam siaran pers, Selasa (1/9/2026).
Ia juga menekankan pentingnya menempatkan perwira terbaik di lembaga pendidikan. Menurutnya, tenaga pendidik tidak hanya harus menguasai ilmu, tetapi juga memiliki kemampuan menyampaikan pengetahuan secara efektif kepada peserta didik.

“Cara mengatasinya adalah tempatkan perwira-perwira terbaik di lembaga pendidikan,” tegasnya.
Kepada para calon pemimpin Polri, Djamari meminta agar disiplin dimulai dari pemimpin dan tidak hanya dibebankan kepada bawahan. Semakin tinggi pangkat dan jabatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan teladan.
“Calon pemimpin yang akan datang harus bisa jadi contoh dalam berdisiplin dan rela berkorban demi tegaknya disiplin di satuannya,” katanya.
Djamari juga mengingatkan pentingnya soliditas dan sinergi antarlembaga dalam menjaga keamanan dan stabilitas nasional. Menurutnya, TNI dan Polri harus mampu bekerja sama karena berbagai persoalan bangsa tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja.
Ia mencontohkan sinergi Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya dalam pengamanan aksi unjuk rasa beberapa hari sebelumnya.
“Kalau TNI dan Polri tidak kompak, tidak bersama-sama, tidak mungkin negeri ini bisa tegak dan kokoh,” ungkapnya.
Selain itu, Djamari meminta seluruh pihak menghilangkan rasa saling curiga dan membangun kepercayaan. Menurutnya, persatuan menjadi kekuatan penting Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ia turut menyoroti ancaman disinformasi, fitnah, ujaran kebencian, dan narasi negatif di ruang digital. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi generasi muda dan mengikis kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri.
Karena itu, Djamari mendorong para perwira untuk aktif menguasai ruang digital melalui patroli serta menyampaikan informasi positif yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menutup arahannya, Djamari menegaskan bahwa pendidikan bagi calon pemimpin tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan juga harus memperkuat kebersamaan, persamaan pandangan, serta orientasi pengabdian kepada masyarakat dan negara.
“Ingat, tugas apa pun, jabatan apa pun yang kita emban, ujungnya adalah untuk kepentingan kesejahteraan rakyat, negara dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.







