
KAKINEWS.ID,Jakarta: Jenis serat makanan dapat memengaruhi perkembangan mikrobioma atau kumpulan mikroorganisme di dalam usus anak pada masa awal kehidupan. Hal itu terungkap dalam studi terbaru yang meneliti pengaruh sejumlah jenis serat terhadap mikrobioma anak berusia di bawah tiga tahun.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports tersebut menguji serat arabinoxylan, cellulose, pectin, dan xyloglucan melalui eksperimen fermentasi, model sel, serta analisis data kelompok anak.
Hasil penelitian menunjukkan fermentasi arabinoxylan, xyloglucan, dan pektin meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acids (SCFA). Senyawa tersebut merupakan salah satu hasil metabolisme bakteri usus dari serat makanan.
Peneliti juga menemukan arabinoxylan dan xyloglucan membantu mempertahankan integritas lapisan pelindung usus dalam pengujian laboratorium. Sementara kombinasi cellulose, pektin, dan xyloglucan memengaruhi respons sitokin dalam model sel.
Selain itu, pektin mendukung pertumbuhan berbagai jenis mikroba dalam pengujian laboratorium. Pada data observasional anak usia enam hingga 36 bulan, konsumsi pektin yang lebih tinggi juga berkaitan dengan keragaman mikrobioma yang lebih tinggi.

Peneliti Shaillay Kumar Dogra, Norbert Sprenger, dan Dantong Wang menyatakan temuan tersebut menunjukkan potensi manfaat konsumsi beragam jenis serat pada masa awal kehidupan.
“Temuan kami memberikan wawasan mengenai potensi manfaat asupan serat yang beragam selama awal kehidupan,” tulis para peneliti dalam kesimpulan studi.Seperti dikutip laman Medical News, Selasa (1/9/2026).Jenis Serat Pengaruhi Mikrobioma Usus Anak
Namun, para peneliti menekankan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan sebab-akibat, mekanisme kerja, serta efektivitas jenis serat tertentu terhadap perkembangan mikrobioma usus anak.
Penelitian tersebut menggunakan serat yang telah dimurnikan dan sebagian besar pengujian dilakukan secara in vitro. Karena itu, hasil penelitian belum dapat langsung diartikan bahwa satu jenis serat tertentu pasti memberikan manfaat kesehatan yang sama ketika dikonsumsi anak dalam kehidupan sehari-hari.
Peneliti menyarankan penelitian berikutnya menggunakan studi pada manusia dengan jumlah peserta lebih besar untuk memastikan apakah temuan laboratorium tersebut dapat diterapkan pada pola makan anak secara nyata.





