
KAKINEWS.ID,JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat. Hingga Jumat (4/9/2026), total luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai 38.310 hektare.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan, penanganan Karhutla dilakukan dengan memperkuat operasi darat dan udara. Hal itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
“Untuk total luas lahan yang terbakar adalah 38.310 hektare,” ujar Suharyanto.Salam siaran persnya.
Ia menjelaskan, jumlah titik panas atau hot spot tidak seluruhnya menunjukkan adanya kebakaran. Karena itu, diperlukan pengecekan langsung melalui patroli udara maupun darat untuk memastikan kondisi di lapangan.
Suharyanto menyebut, dari 166 hot spot yang terpantau sebelumnya, setelah dilakukan pengecekan secara visual di lapangan, hanya ditemukan 61 titik yang dikategorikan sebagai fire spot.

“Dari 61 fire spot, estimasi sekitar 802 hektare lahan yang terbakar. Kemudian dilakukan pemadaman oleh operasi darat sebanyak 429 hektare berhasil padam, dari udara sebanyak 3 hektare,” katanya.
Operasi pemadaman dari udara belum maksimal akibat jarak pandang yang rendah. Kondisi visibility saat itu kurang dari satu kilometer.
Untuk memperkuat penanganan, BNPB mengerahkan dukungan peralatan dan armada udara bersama satuan tugas gabungan dari berbagai unsur.
“Untuk heli dari satgas udara patroli dua, operasi modifikasi cuaca dua, water bombing ada sembilan dan tidak lama lagi ada bantuan dari Pasukan Beladiri Jepang ada tiga Chinook hari Rabu akan datang,” ujar Suharyanto.
Selain pemadaman, pemerintah juga akan meningkatkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu menghasilkan hujan di wilayah terdampak Karhutla.
Langkah tersebut dilakukan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi adanya pertumbuhan awan hujan di Kalimantan Barat pada 5 hingga 9 September 2026.
“Kita masih berjuang memadamkan api. Ada informasi dari BMKG tanggal 5 sampai 9 ada bibit pertumbuhan awan hujan. Akan di OMC agar hujan turun cukup deras, seperti hari ini di Kota Pontianak turun hujan,” pungkasnya.
Rapat koordinasi di Kubu Raya turut dihadiri Menteri Kehutanan, Gubernur Kalimantan Barat serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pertemuan tersebut membahas percepatan pemadaman dan pengendalian dampak Karhutla di Kalimantan Barat.







