
KAKINEWS.ID Kandangan – Dukungan konkret Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) terhadap kelancaran operasional penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lapangan, Bupati HSS, H Syafrudin Noor secara simbolis menyerahkan bantuan 5.500 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada Kerukunan BPK HSS.
Penyerahan bantuan BBM tersebut diserahkan dalam rangkaian apel pengarahan antisipasi penanganan bencana karhutla, yang berlangsung di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSS, Kandangan.
Tak hanya itu, wujud perhatian dan kepedulian Pemkab HSS terhadap jaminan perlindungan para pejuang kemanusiaan juga diwujudkan melalui penyerahan santunan asuransi kematian.
Santunan sebesar Rp10 juta rupiah per orang diberikan kepada perwakilan keluarga, dari tiga anggota relawan BPK HSS yang gugur atau meninggal dunia.
“Kami berterima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran yang terlibat, terutama para relawan yang berada di garis depan,” kata bupati dalam sambutan kegiatan.

Pihaknya mengapresiasi peran semua pihak, khususnya para relawan yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah, siang dan malam, mendarmabaktikan tenaga dan pikiran dalam mengendalikan serta memadamkan karhutla di Kabupaten HSS.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan karhutla bukanlah tugas satu instansi semata, melainkan hasil sinergi dan kolaborasi lintas elemen.
Karena itu, menurut bupati maka koordinasi yang solid dan komunikasi yang terjalin dengan baik antar unsur menjadi kunci utama, dalam keberhasilan di lapangan.
“Keberhasilan penanganan bencana ini adalah buah dari kerja sama semua pihak, mulai dari pemda, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, BPK, tim Tagana, pihak swasta, hingga seluruh stakeholder terkait. Mengingat banyaknya tim yang terlibat, komunikasi dan koordinasi yang presisi sangat diperlukan,” ucapnya.
Tak kalah penting, ia juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi regulasi pencegahan karhutla.
Pihaknya pun sudah memasifkan sosialisasi aturan hukum yang berlaku, termasuk sanksi tegas bagi pihak-pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Langkah preventif dan penegakan aturan ini penting, demi kita menjaga keselamatan dan kenyamanan warga HSS secara keseluruhan,” terangnya.
Selain fokus pada penanganan Karhutla, Pemkab HSS pun bergerak cepat merespons dampak kemarau lainnya, seperti ancaman krisis air bersih.
Pemkab telah mendistribusikan secara terus menerus bantuan air bersih ke desa-desa dan kawasan HSS yang mengalami kekeringan.





