
KAKINEWS.ID, Balikpapan — Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil meningkatkan produksi minyak dari Sumur Sepinggan V-7 hingga mencapai 710 barel minyak per hari (BOPD). Capaian tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan target awal.
Selain produksi minyak, produksi gas dari sumur tersebut juga mencapai 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), melampaui target awal sebesar 0,5 MMSCFD.
Peningkatan produksi Sumur Sepinggan V-7 diperoleh melalui serangkaian pekerjaan yang meliputi fishing, workover, dan perforasi pindah lapisan. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk membuka kembali akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki.
General Manager Zona 10 Pertamina Hulu Kalimantan Timur Darmapala mengatakan, keberhasilan tersebut menunjukkan potensi produksi sumur yang masih dapat dioptimalkan melalui strategi dan pekerjaan teknis yang tepat.
“Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari Sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali dan dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keberlanjutan produksi migas PHKT,” ujar Darmapala dalam siaran persnya, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan visi dan misi Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk usaha untuk terus berkontribusi terhadap ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia.
“Capaian ini sejalan dengan visi dan misi PHI selaku induk usaha, untuk terus berkontribusi terhadap ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” katanya.
Keberhasilan optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 menjadi bagian dari upaya PHKT meningkatkan produksi minyak dan gas sekaligus menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali Sumur Sepinggan V-7.
“Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali Sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target,” ujar Haryanto.






