
KAKINEWS.ID, Jakarta: Indonesia berpeluang memperluas ekspor produk farmasi ke pasar Turki. Peluang tersebut didukung besarnya kebutuhan impor obat di negara tersebut yang mencapai USD6,8 miliar atau sekitar Rp122,65 triliun sepanjang 2025.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Türkiye, Achmad Rizal Purnama, menyampaikan bahwa Turki merupakan salah satu pasar potensial bagi industri farmasi dunia. Berdasarkan data perdagangan 2025, Turki menempati peringkat ke-28 sebagai importir produk obat terbesar di dunia.
“Besarnya pasar farmasi Turki menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk farmasi nasional,” kata Rizal, Sabtu (7/11/2026).
Indonesia sendiri telah memiliki posisi di pasar Turki, khususnya untuk produk bahan baku antibiotik dengan kode HS 2941. Indonesia tercatat sebagai pemasok ke-24 di pasar tersebut, dengan nilai ekspor mencapai USD143,65 juta.
Di tingkat global, Indonesia juga tercatat sebagai eksportir bahan baku antibiotik terbesar ke-47 dunia.

Selain bahan baku antibiotik, peluang ekspor juga terbuka untuk berbagai kategori produk farmasi lainnya, termasuk obat-obatan untuk terapi dengan kode HS 3004.
Dengan kapasitas industri farmasi nasional yang terus berkembang, Indonesia berpotensi memperkuat penetrasi pasar di Turki sekaligus meningkatkan kontribusi sektor farmasi terhadap perdagangan internasional.
Penguatan ekspor tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama perdagangan yang lebih luas antara Indonesia dan Turki, khususnya dalam memenuhi kebutuhan produk obat dan bahan baku farmasi.









